KORAN NUSANTARA
indeks Surabaya

Tak Adanya Penambahan Dartar Cagar Budaya, Pemkot Dianggap Tak Peduli Sejarah Kotanya

Surabaya (KN) – Bangunan cagar budaya di Surabaya banyak yang tak terurus, bahkan banyak bangunan cagar budaya peninggalan Belanda sudah banyak yang jatuh ketangan pihak ketiga dan berubah bentuk. Kondisi itu mengundang perhatian serius anggota dewan.DPRD Surabaya menyoal tidak bertambahnya daftar bangunan cagar budaya yang baru selama kepemimpinan WaliKota Tri Rismaharini. Hal ini dianggap jika kinerja pemerintahan saat ini jalan di tempat alias tak peduli dengan kondisi sejarah kotanya.

Dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) WaliKota itulah diketahui tak adanya perhatian lebih terhadap bangunan cagar budaya. Dewan sangat menyesalkan hal itu. Padahal masih banyak tengara tentang dugaan bangunan cagar budaya.

Di Surabaya ada 151 bangunan cagar budaya dan 10 situs. Penetapannya saja sudah dilakukan sejak 1996 hingga 1998. Sementara selama 1999 hingga 2011 menyebutkan tak adanya penambahan daftar cagar budaya.

“Kita berharap, Pemkot melalui Dinas Pariwisata memiliki program sistematis,terencana dan terukur. Pemkot juga diharapkan mengambil langkah-langkah strategis seperti menyusun regulasi pariwisata,” kata Ketua Pansus LKPj Mochammad Anwar.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surabaya Wiwiek Widayati menegaskan, pihaknya tidak tutup mata atas keberadaan bangunan yang masuk kategori cagar budaya. Wiwiek menegaskan, pihaknya belum lama ini menetapkan dua bangunan cagar budaya baru. Di antaranya, rumah dinas Walikota di Jl Sedap Malam 59 serta Rumah Sakit Mata Jl Undaan Kulon 17-19 Surabaya.  (anto/Jack)

Foto : Bangunan cagar budaya Balai Pemuda yang kondisinya rusak tak terurus

Related posts

Di Tengah Tantangan Industri 2024, SIG Jaga Konsistensi Menuju Bisnis Bahan Bangunan Berkelanjutan

kornus

Sampaikan Laporan Raperda P-APBD 2024, Banggar DPRD Jatim: Pertumbuhan Ekonomi Harus Berkualitas, Selaras dengan Penurunan Kemiskinan

kornus

Polisi dan Warga Saling Serang di Sumatera Selatan, Kapolda Turun Gunung

redaksi