Surabaya (MediaKoranNusantara.com) – Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Agus Suparmanto turun langsung pantau harga bahan pokok (Bapok) dengan membeli daging dan telur ayam di Pasar Wonokromo Surabaya, Jumat (31/1/2020).Dalam pemantauan di Pasar Rakyat Wonokromo, Mendag Agus Suparmanto didampingi Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur Drajat Irawan mengelilingi pasar Wonokromo. Dalam pemantauan harga, Mendag berkomunikasi dengan menyapa langsung para pedagang dan membeli daging ayam dan telur ayam ras dengan harga masing-masing Rp 31.000 dan 21.000/kg.
Usai Sidak Agus Suparmanto mengatakan, dalam pemantauan tersebut tercatat harga komoditas bapok di Surabaya relatif stabil seperti beras medium IR 64 Rp 9.700/kg, daging sapi Rp 108.000/kg, daging ayam ras Rp 30.000-31.000/kg, telur ayam ras Rp 20.000-21.000/kg masih dibawah Harga Eceran Tertinggi (HET). “Kecuali cabe dan gula pasir harganya sedikit ada kenaikan,” ujar Mendag.
Untuk komoditas cabe, ada kenaikan dikarenakan saat ini musim hujan tetapi diperkirakan akan segera turun. Nantinya kalau belum turun, akan dilakukan operasi pasar (OP). Saat ini, menurut data siskaperbapo dari Disperindag Jawa Timur harga cabe merah besar keriting Rp 57.000/kg, cabe merah besar biasa Rp 63.000/kg dan cabe rawit rata-rata Rp 72.500/kg. Sementara harga normal cabe rawit dikisaran Rp 25.000-30.000/kg.
Sementara harga gula pasir mulai naik sejak awal tahun 2020 dan saat ini harga gula pasir mencapai rata-rata Rp 13.000/kg. Kenaikan gula akan diatasi dengan cek stok dan berkoordinasi dengan produsen gula pasir, ternyata stok masih sampai dengan September 2020. “ Meskipun stok masih ada namun kalau harga terus naik akan diadakan Operasi Pasar,” tuturnya.
Sedangkan untuk bawang putih, harganya masih stabil dan persediaan masih cukup. Tentang impor, Mendag menjawab bahwa pemerintah melalui Kemendag telah memperketat impor khususnya untuk makanan dan minuman (Mamin) seiring dengan adanya wabah virus corona di China. “Impor mamin kita selektif dan diperketat dan terus berkoordinasi dengan kementerian lain untuk mengatasi masalah ini,” pungkas Mendag Suparmanto. (KN04)
