
Jakarta, mediakorannusantara.com –Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengingatkan satuan pendidikan untuk menyiapkan rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 yang sesuai dengan usia murid baru sehingga mempercepat proses adaptasi.
Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Non Formal dan Informal (PAUD Dikdas PNFI) Kemendikdasmen Gogot Suharwoto mengatakan MPLS menjadi media para murid untuk mengenal sekolah, guru, dan teman-teman baru mereka, sehingga mempengaruhi proses adaptasi agar siap mengikuti proses pembelajaran.
“Tentu, cara kita menyambut murid baru juga perlu disesuaikan dengan usia anak-anak. Dengan begitu mereka tidak akan merasa asing, lebih cepat untuk beradaptasi, dan lebih siap mengikuti proses pembelajaran,” kata Gogot dalam webinar bertajuk “Sosialisasi dan Diskusi MPLS Ramah Tahun 2026” di Jakarta, Senin.
Pada jenjang pendidikan PAUD misalnya, ia mengatakan rangkaian kegiatan MPLS dapat diisi dengan kegiatan belajar sambil bermain dan mengeksplorasi lingkungan baru mereka.
Sementara pada jenjang pendidikan SD, ia melanjutkan, rangkaian kegiatan MPLS dapat melibatkan pendidikan karakter yang dimulai dari membangun kebiasaan sederhana yang dapat membuat murid menjadi lebih semangat belajar.
Sementara pada jenjang pendidikan SMP, ia mengatakan sekolah dapat membuat rangkaian kegiatan MPLS yang memuat pendidikan karakter untuk meningkatkan kepercayaan diri remaja serta bijak dalam memanfaatkan dunia maya.
“Tentu pada jenjang pendidikan SMA dan SMK, pihak sekolah perlu menyesuaikan rangkaian kegiatan MPLS dengan psikologi dan perkembangan anak-anak,” kata Gogot.
Ia meminta pihak sekolah agar tidak menjadikan MPLS Ramah sebagai kegiatan seremonial, karena rangkaian kegiatan tersebut menjadi langkah awal yang menentukan perjalanan baru para peserta didik.
“Ingat, kesan yang mereka rasakan pada hari-hari pertama seringkali mempengaruhi semangat belajar, rasa percaya diri, bahkan kecintaan mereka terhadap sekolah dalam jangka waktu yang sangat panjang,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin mengingatkan pula rangkaian kegiatan MPLS Ramah 2026 haruslah menjadi momen yang menguatkan dan menyenangkan, bukan memberikan tekanan apalagi rasa takut bagi para murid baru.
Ia menegaskan sudah saatnya rangkaian kegiatan MPLS bebas dari berbagai bentuk perpeloncoan dan perundungan.
“Mereka membutuhkan guru yang ramah, kakak kelas yang bersahabat, dan lingkungan yang membuat mereka merasa aman,” ucap Tatang.(wa/an)
