KORAN NUSANTARA
Hallo Nusantara Headline Jatim Surabaya

Warga Tegalsari Keluhkan Minimnya SMA Negeri, Rasiyo Dorong Sinergi Kuat Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya

 

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Rasiyo

SURABAYA, mediakorannusantara.com – Keluhan warga Kecamatan Tegalsari mengenai tidak adanya SMA Negeri di wilayah mereka mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Rasiyo.

Aspirasi tersebut mencuat dalam kegiatan Reses I Tahun 2026 yang digelar di Jalan Cempaka, Tegalsari, Selasa sore. Menanggapi hal tersebut, politisi senior Partai Demokrat ini menekankan bahwa pembangunan sekolah negeri baru memerlukan koordinasi lintas sektoral yang solid antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Surabaya.

Rasiyo menjelaskan bahwa pembagian kewenangan menjadi tantangan tersendiri dalam pengadaan fasilitas pendidikan. Secara aturan, kewenangan SMA dan SMK berada di tangan Pemerintah Provinsi, namun ketersediaan lahan sepenuhnya merupakan otoritas Pemerintah Kabupaten atau Kota.

Oleh karena itu, ia mendorong adanya komunikasi yang lebih intensif antara Gubernur dan Wali Kota agar kebutuhan masyarakat akan sarana pendidikan dapat segera terealisasi tanpa terganjal masalah administrasi lahan.

Lebih lanjut, mantan Sekdaprov Jatim ini menyarankan agar Cabang Dinas Pendidikan melakukan pemetaan mendalam terhadap sebaran penduduk usia sekolah di setiap wilayah.

Baginya, data yang akurat dari tingkat bawah sangat diperlukan untuk menentukan urgensi pendirian lembaga pendidikan baru. Khusus untuk Surabaya, ketersediaan lahan seluas dua hektar di tengah kota bukanlah perkara mudah, sehingga koordinasi dengan Pemerintah Kota menjadi kunci utama dalam penyediaan tanah negara untuk pembangunan sekolah.

Selain masalah infrastruktur, Rasiyo juga menyoroti ketidakpastian sistem penerimaan murid baru yang seringkali membuat orang tua siswa cemas. Ia mendesak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk segera mengumumkan regulasi penerimaan siswa lebih dini, baik mengenai kelanjutan sistem zonasi, tes kemampuan akademik, maupun jalur prestasi non-akademik. Menurutnya, kepastian informasi di awal waktu akan membantu wali murid dalam mempersiapkan masa depan pendidikan anak-anak mereka dengan lebih terencana.(KN -01)

Related posts

Masuk Nominasi Guangzhou Award 2018, Walikota Risma Optimis Surabaya Menang

kornus

Nadiem Makarim Beri Keterangan ke KPK Terkait Kasus Google Cloud Selama 9 Jam

Anak Riza Chalid Dituntut 18 Tahun Penjara Terkait Korupsi Minyak Rp285 Triliun