KORAN NUSANTARA
indeks Jatim

93 Persen CJH Jasal Jatim Menempati Ring Pertama Dengan Masjidil Haram

Surabaya (KN) – Sebanyak 93 persen Calon Jamaah Haji (CJH) asal Jatim menempati ring pertama pemondokan yang berjarak sekitar 2 km dengan Masjidil Haram. Sedangkan sisanya sebanyak 7 persen masih menempati ring dua dengan jarak sekitar 2,5 km.“Tahun ini ada peningkatan, jika tahun lalu hanya sekitar 90 persen yang ada di ring pertama. Tahun ini meningkat menjadi 93 persen. Kondisi ini, semakin meringankan beban CJH, karena jaraknya semakin dekat,” kata ketua PPIH Embarkasi Surabaya Drs Sudjak MAg di Surabaya, Selasa (4/10)

Menurutnya, dengan semakin dekatnya pemondokan ini, aktivitas para CJH untuk beribadah semakin mudah. Karena untuk menuju Masjidil Haram sudah bisa diakses dengan jalan kaki. “Secara signifikan pemerintah terus berupaya mendekatkan pemondokan dengan Masjidil Haram. Kita upayakan, tahun selanjutnya akan semakin dekat lagi jaraknya,” kata Sudjak.

Dia menjelaskan, CJH asal Indonesia, pada tahun 2008 jarak terjauh pemondokan menuju Masjidil Haram 13 kilometer, tahun 2009 sejauh tujuh kilometer, tahun 2010 sejauh empat kilometer. Sementara tahun ini sejauh 2,5 kilometer.

Sudjak menambahkan, di Madinah pemerintah juga terus berupaya mendekatkan lokasi pemondokan dengan Masjid Nabawi. Pada 2009, misalnya, jumlah calon jemaah haji yang ada di ring satu 63 persen, tahun 2010 sebanyak 94 persen, dan tahun 2011 sebesar 100 persen dengan jarak terjauh 500 meter.

“Langkah pendekatan pemondokan dengan lokasi ibadah itu memang ditujukan untuk memberi kenyamanan calon jemaah haji,” ungkapnya. 

Dia mengatakan, untuk makanan CJH di Madinah tahun ini masih menggunakan kotak dan tidak prasmanan. Sedangkan di Arafah-Mina makanan yang digunakan dengan cara prasmanan. Dia mengakui ada plus-minus jika menggunakan kotak dan prasmanan. Kalau menggunakan kotak, potensi makanan menjadi basi sangat besar. Tapi keuntungannya porsi yang ditetapkan tidak berlebihan.

Jika menggunakan prasmanan, kemungkinan makanan basi kecil. Tapi seringkali jemaah mengambil makanan semaunya. “Dengan prasmanan, banyak calon jemaah haji yang mengambil lauk banyak, tapi tidak dihabiskan. Ini tentunya akan mengurangi jatah rekan-rekan yang lain,” ujarnya.

Sementara itu, meski berulang kali diberitahu dan diperingatkan agar calon jemaah haji (CJH) tidak membawa rokok secara berlebihan, ternyata masih ada yang melanggar aturan tersebut. Senin (3/10) sore, petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya melakukan tindakan tegas.

Sebuah koper besar milik seorang CJH kloter 3 asal Kabupaten Sampang, yang diketahui berisi 20 slop rokok disita petugas. Koper yang sudah diikat rapat itu diketahui berisi rokok setelah petugas melakukan pemeriksaan dengan X-ray.

Sesuai aturan tersebut, maka petugas menyita 18 slop. Jemaah hanya diperbolehkan membawa dua slop rokok. Setiap kali pemeriksaan, petugas sering menemukan rokok berslop-slop diselipkan di dalam koper CJH. (ms)

Related posts

Pemprov Jatim Minta Pemerintah Pusat Keluarkan Inpres Penempatan Dokter Sepesialis

kornus

Menko Polhukam: Jangan Ada Cicak-Buaya Jilid II

kornus

Ketersediaan Vaksin Masih Kosong, Pemkot Surabaya Tunggu Pasokan dari Pemerintah Pusat

kornus