Kepala Dindik Jawa Timur, Aries Agung Paewai, ditemui warawatn seusai acara puncak East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2025 di Grand Mercure Surabaya, Kamis (28/8/2025) malam.
Surabaya (mediakorannusantara.com) – Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur berhasil mengumpulkan 26.000 inovasi di bidang pendidikan dari seluruh insan pendidikan di Jatim.
Inovasi-inovasi ini dikumpulkan dalam ajang East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2025 yang puncaknya digelar di Grand Mercure Surabaya, Kamis (28/8/2025) malam.
Kepala Dindik Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyatakan bahwa acara ini merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi untuk mendorong inovasi dan kreativitas di lingkungan pendidikan. Dari puluhan ribu inovasi yang terkumpul, 30 di antaranya terpilih sebagai yang terbaik.
“Awarding khusus EJIES, yaitu bagian dari kegiatan mengumpulkan seluruh inovasi di bidang pendidikan di Jawa Timur, baik dari Kepala Sekolah, Guru, pengawas, dan seluruh Insan Pendidikan,” ujar Aries seusai acara di Grand Mercure Surabaya, Kamis (28/8/2025) malam.
Aries memaparkan, pada tahun 2025, total ada 26.000 inovasi yang terkumpul. Dari jumlah tersebut, panitia telah menyeleksi 30 inovasi terbaik yang mendapatkan penghargaan.
“Jumlahnya ada 26.000 yang terkumpul, dan alhamdulillah yang terseleksi, sampai saat ini adalah 30 besar yang terbaik,” ungkap dia.
Aries berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan setiap tahun, agar inovasi di bidang pendidikan bisa terus berkembang dan mengikuti perubahan zaman. Menurutnya, inovasi sangat penting untuk menghindari rutinitas dan mendorong pengembangan berkelanjutan di sekolah.
“Tentu, kita berharap, setiap tahun, ada inovasi yang selalu tumbuh dari lingkungan pendidikan, agar pendidikan terus mengikuti perubahan-perubahan yang terjadi,” kata Aries.
“Kenapa ini harus kita lakukan? Karena, tadi seperti yang disampaikan oleh Ibu Gubernur, dengan adanya inovasi, tentu kita terhindar dari rutinitas. Terhindar dari rutinitas artinya ada pengembangan yang terus dilakukan di lingkungan sekolah,” lanjutnya.
Aries juga menekankan bahwa program ini merupakan inisiasi dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan seluruh insan pendidikan. Ia berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut di masa mendatang.
“Alhamdulillah, ini selalu kita lakukan di Jawa Timur, diinisiasi oleh Ibu Gubernur dan semua insan pendidikan dan kita berharap ini berkelanjutan. Tidak berhenti pada kesempatan ini juga, tapi kita akan berlanjut pada kesempatan-kesempatan berikutnya,” tutup Aries. (KN01)
