KORAN NUSANTARA
Headline indeks Jatim

Wagub Jatim Terima Gubernur Lemhannas RI dan Peserta SSDN

wagub-jatim -terima- kunjungan -gubernur- lemhanas -RI- di grahadiSurabaya (KN) – Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf menerima kunjungan kerja Gubernur Lemhannas RI dan 58 peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LIV di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (17/7/2016).Pada kesempatan itu, Wagub yang akrab disapa Gus Ipul itu memaparkan kebijakan dan perkembangan pembangunan Jawa Timur, utamanya bidang pariwisata sesuai dengan fokus perhatian para peserta SSDN PPRA LIV.

Dipaparkan bahwa Provinsi Jawa Timur terletak diantara Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Bali, sehingga untuk perkembangan pariwisata mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Hal tersebut dapat dilihat dari pendapatan yang diperoleh bidang pariwisata pada tahun 2015 mencapai Rp. 92,85 triliun, yang berarti mengalami kenaikan sebesar 5,48 persen dari tahun 2014. Kontribusi terhadap PDRB Provinsi Jawa Timur sebesar 26,38 persen.

Penyumbang terbesar berasal dari wisatawan nusantara mencapai 51.344.135 orang, kebanyakan mereka melakukan wisata relegi dan tertinggi berasal dari Jakarta.

Dikatakan Gus Ipul, di Jawa Timur terdapat makam 5 wali dari 9 wali yang ada di Indonesia, dan terakhir yang juga banyak dikunjungi wisatawan adalah makam Gus Dur di Jombang.

Sedang untuk wisatawan manca negara yang berkunjung ke Jawa Timur mencapai 612.412 orang (nasional sebanyak 10.406.759 orang atau 5,88 persen). “Wisman lebih menyukai wisata alam terutama untuk menikmati keindahan alam Gunung Ijen dan Gunung Bromo,” jelasnya lebih lanjut. Terbanyak mereka berasal dari Malaysia, Singapura, China, Taiwan dan Jepang.

Menurut Gus Ipul Daerah Tujuan Wisata (DTW) di Jawa Timur sulit untuk berkembang. Hal tersebut disebabkan beberapa hal, antara lain sarana-prasarana (infrastruktur dan transportasi) yang masih sulit. “Banyak DTW Alam yang indah tapi belum dilengkapi dengan sarana – prasarana yang memadai,” paparnya.

Penghambat lainnya adalah permasalahan pemasaran,kurangnya promosi dari daerah. Selain itu koordinasi juga sebagai penghambat karena DTW Alam mayoritas terletak di lahan perhutani ataupun pihak lain. Sumber Daya Manusia (SDM), hal tersebut disebabkan sekolah pariwisata keluarannya masih rendah.

Untuk permasalah SDM, Provinsi Jawa Timur mengambil kebijakan dengan memperkuat dan memperbanyak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dengan perbandingan 60 persen untuk SMK dan 40 persen untuk SMU. Bahkan dikemudian hari akan ditingkatkan menjadi 65 persen dibanding 35 persen. Bahkan lulusan disertifikasi kerjasama dengan Amerika Serikat dan Negara Jerman.
Sedangkan program prioritas antara lain memperbaiki jalan (nasional, provinsi, daerah), penyelesaian jalan TOL, fasilitas jalan KA double track, pengembangan pelabuhan, pengembangan fasilitas penerbangan.

“Strategi yang dilaksanakan adalah melakukan kerjasama dengan semua elemen baik yang berada di dalam maupun luar negeri untuk mempromosikan dan mengembangkan pariwisata Jawa Timur, misalkan melalui pameran-pameran,” pungkasnya. (yo)

Related posts

Anggaran Pembuatan Web Tidak Trasparan, Surabaya Kembali Laucing Layanan SSW Mobile App

kornus

Personil Kodim Surabaya Utara Terus Lakukan Sosialiasi Bahaya Corona

kornus

Recovery Rate Tertinggi Jatim dalam Dua Bulan Terakhir, Hari Ini Pasien Covid-19 Sembuh 252 Orang

kornus