KORAN NUSANTARA
Headline indeks Jatim

Tutup Diklat Pim Nasional Tingkat II, Sekdaprov Jatim Dorong Alumni PKN Inovatif dan Adaptif

Surabaya (MediaKoranNusantara.com) – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jatim, Ir Heru Tjahjono, menutup diklat kepemimpinan nasional tingkat II angkatan V Pemprov Jatim tahun 2019, di kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jatim, Jumat (19/7/2019).Pada kesempatan tersebut, Heru juga menyampaikan ucapan selamat kepada para peserta yang berhasil lulus. “Saya berharap sekembalinya dari diklat bisa mendapatkan tugas-tugas yang lebih baik lagi untuk membangun bangsa ini. Seperti yang disampaikan Presiden, bahwa insfrastruktur harus terus di bangun, SDM harus terus dibangun dengan inovasi dan adaptasi maka kita harus ada perubahan,” katanya.
Lebih lanjut dikatakannya, apalagi dengan adanya generasi baru sebagai pemimpin perubahan harus bisa mengimbangi. “Milenial boleh anak muda, orang tua juga boleh jadi milenial, jadi kita sambil belajar lagi, kita harus terus berubah lebih baik,” tambahnya.

Kepala Lembaga Administrasi Negara RI, Adi Suryanto, mengatakan, kalau menginginkan perubahan suatu organisasi, maka pemimpinnya juga harus berubah, tidak hanya berubah tapi harus menginspirasi, memotivasi, dan berinovasi. “Kita sepakat bersama-sama, bahu membahu membangun birokrasi Indonesia menjadi lebih baik lagi, dan harapan kita pada 2024 menjadi birokrasi kelas dunia,” katanya.

Ditambahkannya, sebagai pemimpin perubahan diharapkan peran sertanya. Apalagi birokrasi sekarang telah muncul generasi-generasi baru, generasi milenial, yang mempunyai karakter yang berbeda, mutu berbeda, kemampuan berbeda, latar belakang baik kecepatan kerja yang berbeda. “Untuk itu sebagai pemimpin perubahan, berilah peluang yang cukup dan lebar kepada adik-adik PNS baru untuk berkontribusi sesuai dengan kemampuan mereka,” tuturnya.

Dicontohkannya, ada juga seorang pemimpin yang tidak suka jika ada stafnya yang lebih pintar, sadarlah dan tahu diri bahwa sekarang ini ada muncul generasi milenial yang mempunyai kemampuan teknologi dan informasi lebih maju. “Kita harus membimbing kepada adik-adik untuk bisa tampil dan berkontribusi sehingga birokrasi kita bisa semakin cepat berubah,” kata Adi.

Lebih lanjut dikatakannya, tidak mungkin bisa berubah suatu instansi atau unit tanpa mengetahui secara detail permasalahan apa yang di hadapi oleh instansi. Dalam proyek perubahan sangat penting, karena tidak mungkin jika memberi suatu keputusan tanpa menguasai permasalahan apa yang dihadapi oleh instansi.

“Dengan mengetahui persoalan, kita bisa menghitung, mempertimbangkan mana masalah-masalah yang urgent, yang serius, yang butuh di selesaikan sesegera mungkin dalam kita mengambil keputusan. Tapi paling tidak kemampuan kita dalam mengurai, dan memetakan kita dalam masalah organisasi itu menjadi modal prioritas kita untuk mengambil keputusan,” tambahnya.

Diharapkan seorang pemimpin perubahan bisa menyelesaikan masalah sesegera mungkin dengan cara-cara yang inovatif. (KN01)

Related posts

Pekan Depan, Pemkot Surabaya Tindak Penggunaan Kantong Plastik

kornus

Wali Kota Eri Cahyadi Minta Sekolah SD-SMP Menerima 5 Persen Siswa Miskin dan Hindari Pungutan

kornus

Kunjungi Juara Umum Proklim 2022, Wali Kota Eri Cahyadi Serahkan Penghargaan Kepada RW

kornus