KORAN NUSANTARA
indeks Jatim

Trenggalek dan Blitar Belum Tersentuh Proyek JLS

Surabaya (MediaKoranNusantara.com) –  Ketidakadanya dana baik di APBN maupun APBD Jatim, membuat sejumlah wilayah selatan Jatim belum tertangani oleh proyek Jalur Lintas Selatan (JLS). Buktinya, fakta yang ada di lapangan menyebutkan jika wilayah Trenggalek dan Blitar belum tersentuh sama sekali.

Anggota Komisi D DPRD Jatim, Bambang Rianto menegaskan jika diwilayahnya Daerah Pemilihan (Dapil) VI, diataranya Trengalek dan Blitar belum tersentuh dengan pembangunan. Bahkan untuk pembebasan lahan juga terkesan mangkrak. Karenanya sebagai Wakil Rakyat, pihaknya berharap JLS sudah tuntas pada 2019 mendatang.

“Kita tahu sebagian besar masyarakat di kedua wilayah tersebut bermata pencaharian sebagai Petani. Tentu saja proyek JLS sangat dibutuhkan dan segera terealisasi. Dengan begitu keinginan Gubernur untuk meningkatkan ekonomi di wilayah selatan Jatim dan untuk menekan disparitas wilayah dapat segera teratasi,’’tegas Politisi asal Hanura ini, Kamis (14/9).

Terpisah, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim, Mahdi mengakui jika belum semua wilayah selatan yang dilewati JLS telah selesai, khususnya dalam pembebasan lahan. Karenanya, dalam aturannya pembebasan lahan menjadi kewenangan kab/kota yang dilewati. Namun tidak dapat dipungkiri dengan posisi perekonomian yang belum stabil tentunya APBD yang dimiliki Kab/Kota tidak ada anggaran.

“Kami memaklumi jika ada beberapa wilayah yang lahannya untuk proyek JLS belum dibebaskan karena terbentur dengan anggaran yang ada. Karenanya kabar pinjaman dari Islamic Development Bank (IDB) sudah cair sebear Rp.400 miliar, membawa angin segar bagi kita,’’tegas Politisi asal PPP ini.

Karenanya, tambah Mahdi pihaknya berharap proyek JLS segara selesai pada 2019 sebagai pengungkit perekonomian di Jatim khususnya di wilayah Selatan. Apalagi sebagian besar masyarakat di dapil VI berprofesi sebagai Petani dan Peternak, tentunya proyek infrastruktur JLS sangat dibutuhkan untuk mengangkut hasil pertanian dan peternakan di pasar atau Kota.

Dengan begitu penghasilan mereka terdongkrak naik. Berbeda di wilayah Utara yang selama ini perekonomian sudah cukup bagus karena ditunjang infrastruktur yang baik,’’lanjutnya. (K02)

Related posts

KPP Jatim: Pelayanan Belum Optimal, Pengaduan BPJS Kesehatan Cukup Tinggi

kornus

Menko PMK minta Masyarakat Perketat Protokol Kesehatan

Menhan Prabowo Resmikan RS di Papua dan Serahkan Bantuan 164 Unit Kendaraan Dinas Untuk TNI-Polri

kornus