KPU Jatim saat menggelar media gathering dan halal bihalal bersama awak media di Hotel Bumi Surabaya, Jumat (2/5/2025).
Surabaya (mediakorannusantara.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur menggelar media gathering dan halal bihalal bersama awak media di Hotel Bumi Surabaya, Jumat (2/5/2025). Acara ini menjadi momen refleksi sekaligus apresiasi terhadap kontribusi media dalam menyukseskan tahapan Pilkada Serentak 2024.
Anggota KPU Jawa Timur Divisi Sosdiklih dan Parmas, Nur Salam menggarisbawahi pentingnya sinergi antara KPU dan media massa. “Kita kembali bisa bertemu silaturahmi dalam kegiatan media gathering dan halal bihalal,” ujar Nur Salam.
Nur Salam menilai bahwa momen ini cukup istimewa karena bertepatan dengan tahapan akhir penyelenggaraan Pilkada Serentak 2024. Menurutnya, hubungan panjang antara KPU Jawa Timur dan media telah berkontribusi besar terhadap kelancaran proses demokrasi di daerah ini.
“Tentu karena jalinan kerja sama panjang antara teman-teman media dan KPU Provinsi Jawa Timur, kami hanya mampu memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kerja sama selama ini,” tuturnya.
Nur Salam juga menyampaikan bahwa keberhasilan Pilkada tak lepas dari peran media dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat.
“Diakui atau tidak diakui, bahwa sukses pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2024 sebagian besar atas sumbangsih pemberitaan oleh kawan-kawan media. Dan kami secara kelembagaan juga diapresiasi oleh KPU RI, bahwa di tengah Pilkada serentak secara nasional, publikasi dan sosialisasi lewat media di Jawa Timur cukup bagus,” tambahnya.
Bahkan, menurutnya, pemberitaan Pilkada di Jawa Timur kerap menempati peringkat teratas di mesin pencarian, terutama saat hari pencoblosan pada 27 November 2024.
“Bahkan di pemberitaan, itu selalu di Googling engine itu tertinggi, termasuk di hari H pelaksanaan Pilkada serentak tanggal 27 November lalu, itu tertinggi ratingnya,” katanya.
Nur Salam menilai capaian tersebut merupakan hasil dari jalinan komunikasi santai dan akrab antara KPU dan media.
“Nah, itu tentu jalinan komunikasi, santai ngopi bareng seperti ini yang kemudian menjadikan pemberitaan dan program kami di KPU Provinsi Jawa Timur mampu terpublikasikan dengan baik,” jelasnya.
Sekretaris KPU Jawa Timur, Nanik Karsini menyampaikan laporan terkait tahapan akhir Pilgub Jatim 2024. Ia menyampaikan permohonan maaf apabila dalam proses tahapan sebelumnya terdapat media yang belum terfasilitasi secara optimal.
“Selama perjalanan tahapan pemilu kemarin ada beberapa dari media yang tidak dapat kami fasilitasi, kami mohon maaf sebesar-besarnya,” ujar Nanik.
Ia menjelaskan bahwa tahapan Pilgub Jatim telah selesai, dan KPU Jatim bersiap mengembalikan sisa anggaran hibah kepada pemerintah provinsi.
“Pilgub Jatim sudah selesai tahapannya, dan di tanggal 6 Mei 2025 nanti, kami akan mengembalikan sisa anggaran, karena sesuai NPHD tiga bulan setelah penetapan calon maka KPU Provinsi Jawa Timur mengembalikan sisa anggaran hibahnya,” jelasnya.
Rencananya, KPU akan menggelar audiensi dengan Gubernur Jawa Timur pada 5 Mei 2025, dilanjutkan dengan pertemuan bersama DPRD terkait rencana pengembalian anggaran tersebut.
“Seperti disampaikan oleh Pak Nur Salam, untuk ke depannya akan dicarikan pola seperti apa nanti mekanismenya, karena terkait efisiensi anggaran, dan telah dikembalikan anggaran hibah tentunya kita belum bisa merencanakan atau memprogramkan kegiatan seperti ini,” ungkap Nanik.
Nanik juga menjelaskan bahwa besaran sisa anggaran yang dikembalikan masih dalam proses kompilasi dari seluruh satuan kerja (Satker) di kabupaten/kota se-Jawa Timur.
“Kalau anggaran di NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah) awal kita adalah Rp2,1 triliun. Rata-rata serapan itu adalah di 80-85 persen, tapi nanti secara total (kami hitung), karena masih ada beberapa Satker yang sedang berproses,” katanya.
Sementara itu, Anggota KPU Jawa Timur, Chairul Umam, turut memberikan apresiasi kepada media atas dukungan dalam menyukseskan tahapan Pilkada yang dinilai sangat baik oleh KPU-RI.
“Karena tidak adanya persoalan, KPU RI memandang bahwa KPU Jawa Timur layak mendapatkan apresiasi. Nah, apresiasi ini langsung diberikan oleh KPU RI kepada Jawa Timur sebagai pengelola tahapan pencalonan terbaik,” kata Chairul.
Menurut dia, karena tidak ada masalah pencalonan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota yang menjadi dasar gugatan di Mahkamah Agung (MA) sehingga KPU RI memberikan apresiasi kepada KPU Jawa Timur.
“Kenapa ini diberikan, karena tidak ada satu pun persoalan pencalonan itu yang menjadi akar persoalan digugatnya KPU Kabupaten/Kota apalagi Provinsi. Jadi satu pun tidak ada. Semuanya sengketa yang diajukan di MA itu berakar dari pemungutan dan penghitungan suara,” ungkapnya.
Chairul pun bersyukur seluruh tahapan berjalan dengan lancar. Ia pun kembali mengapresiasi peran media dalam menginformasikan proses demokrasi kepada publik.
“Tentu apa yang kami capai berkat kawan-kawan semua. Jadi berkat pemberitaan positif yang sudah kawan-kawan sampaikan kepada khalayak publik. Sehingga publik mendapatkan informasi positif, informasi tahapan, dan banyak informasi terkait Pilgub maupun Pilwali di kabupaten/kota,” pungkasnya. (KN01)
