Sekdaprov Jatim Adhy Karyono mendampingi Kepala BNPB Suharyanto dan Menko PMK Pratikno meninjau lokasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan Gunung Bromo, Selasa (11/8/2026).
Probolinggo (mediakorannusantara.com) – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono mendampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno meninjau lokasi juga usaha pemadaman kebakaran hutan dan lahan Gunung Bromo, Selasa (11/8/2026).
Per 11 Agustus 2026, luar area terbakar mencapai kurang lebih 899,38 Ha. Di mana, vegetasi terdampak meliputi emara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar.
Hingga saat ini, tim gabungan melakukan penanganan darat di Pusung Duwur, Dingklik, dengan menggunakan gepyok dan unit mobil tangki. Pembasahan juga dilakukan di area yang dapat dijangkau.
Selain itu, terdapat tiga unit helikopter PK-DAN dan PK-DBM dari BNPB serta PK-DAP dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang melanjutkan operasi Water Bombing di Pusung Duwur. Total telah dilakukan water bombing sebanyak 15 Rit atau 36.000 liter untuk mengatasi kebakaran.
Dalam kesempatan tersebut, Sekdaprov Adhy mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan senantiasa mengusahakan yang terbaik. Meski begitu, dirinya optimis kebakaran kali ini akan lebih cepat terselesaikan dibandingkan dengan kejadian serupa pada 2023.
“Perbedaannya dengan 2023 adalah helikopter standby di Pasuruan, review-nya di Pasuruan sehingga efektif. Kami juga menambahkan helikopter satu dari Pemprov dan satu lagi sewa. Itu yang dua pesawat kecil harus standby dan review-nya ada di Ranu Pane sehingga tidak perlu menunggu habis 4 rit atau 5 rit, tapi terus berlanjut kecuali ada kabut,” katanya.
Selain itu, Sekdaprov Adhy menekankan pentingnya memperhitungkan dampak lanjutan terhadap masyarakat. Terlebih dalam skenario terburuk di mana kebakaran tidak dapat segera diselesaikan.
“BPBD Jawa Timur pasti akan melakukan rehabilitasi, terutama untuk pipa air yang terbakar. Itu akan diganti semua, karena jika tidak bencana besar akan terjadi, masyarakat tidak mendapatkan air. Kami sudah rencanakan itu. Jadi tetap komitmen, karena kalau Bromo ini nggak selesai, dampaknya luar biasa,” tuturnya.
“Kita juga perlu memikirkan ekonomi sekitar yang jelas terganggu. Bagaimana usaha Jeep, hotel, homestay, dan kuliner terhenti. Untuk itu, mari teman-teman, kita efektifkan water bombing dan juga pasukan yang di darat untuk bisa menghasilkan dampak signifikan,” lanjut Sekdaprov Adhy Karyono.
Sementara itu, Menko Pratikno menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah pusat dengan daerah di tebgah situasi seperti sekarang. Terlebih dengan dua titik api yang masih aktif hingga kini.
“Kita ingin mengecek lagi tentang kondisi yang terakhir. Ini memang masih ada dua titik api yang harus segera dipadamkan. Ini target waktunya secepat-cepatnya. Jadi kita sudah bahas strateginya seperti apa, cara apa yang paling efektif dan efisien. Dukungan dari pemerintah pusat tetap dipertahankan di sini. Tetapi tentu juga peran dari daerah sangat luar biasa,” terangnya.
Kepala BNPB Suharyanto turut menekankan pentingnya melakukan pembahasan untuk mencegah munculnya titik api baru. Nantinya, akan dilakukan modifikasi cuaca saat potensi awan tercukupi.
“Kita upayakan dua titik ini Jumat sudah selesai. Penjelasan dari BMKG ada potensi awan hujan tanggal 14 sampai 16 Agustus atau tanggal 18. Ini kita kalau yang betul-betul ada, nanti kita akan lakukan operasi modifikasi cuaca untuk supaya datang hujan. Kalau hujan tentu saja lebih efektif dan lebih efisien,” pungkasnya. (KN01)
