KORAN NUSANTARA
Headline indeks Nasional

SBY : Bangsa yang Besar Harus Berpikir Besar dan Sanggup Berbuat Hal Besar

mantan Presiden-SBY-Pakde Karwo- Rektor Unair- Presiden RI Surabaya (KN) – Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengajak rakyat Indonesia untuk membangun optimisme dan keyakinan bersama bahwa bumi pertiwi sedang menuju masa emas tahun 2045. Untuk mewujudkan hal itu diperlukan sistem ketatanegaraan dan pemerintahan yang didasarkan pada nilai-nilai kejujuran, keadilan, serta peran aktif seluruh komponen bangsa. “ Saya pernah menulis sebuah artikel pendek tentang Indonesia setelah satu abad merdeka, Indonesia di tahun 2045. Visi yang saya bangun untuk Indonesia pada tulisan itu adalah Indonesia yang berhasil menjadi negara yang kuat dan modern,” kata SBY saat memberikan Kuliah Umum di acara Pengukuhan Penerimaan Mahasiswa Baru Program Profesi, Spesialis, Magister dan Doktor di Aula Garuda Mukti Universitas Airlangga, Selasa (10/2/2015).

Ia berpandangan Indonesia harus memiliki tiga kekuatan utama, diantaranya pertama, ekonomi kuat dan berkeadilan serta berkelanjutan sehingga membuat rakyat semakin sejahtera adil dan makmur sebagaimana yang diamanatkan oleh UUD 1945. Kedua, demokrasi yang kuat, stabil dan berkualitas sehingga politik di Indonesia benar-benar membawa manfaat dan kebaikan berasama. Ketiga, peradaban bangsa yang semakin unggul dan maju, di dalam dirinya mengandung potensi sekaligus kekuatan untuk menjadi negara maju.

Masa emas Indonesia pada 2045, SBY mengingatkan tidak akan datang dengan sendirinya namun harus terus diupayakan dan perjuangkan. “Masa emas tidak datang dari langit, jalan yang akan kita lalui bukanlah jalan yang lunak bisa saja kita gagal ditengah jalan. Oleh karena itu menuju transformasi besar Indonesia diperlukan visi dan strategi besar yang kemudian dijalankan oleh segenap komponen bangsa yang benar-benar mau bersatu dan bekerja keras,” ucapnya.

Menurut mantan Presiden kelahiran Pacitan Jawa Timur ini, bangsa yang besar haruslah berpikir besar dan sanggup pula untuk berbuat hal besar. Pesan ini harus hidup selamannya dan terus menjadi jiwa generasi penerus bangsa. Ia meyakini masa kejayaan akan benar-benar diraih apabila pemerintah bersama rakyat mau berpikir cerdas dan bekerja keras.

“Bukan hanya pandai berteori dan beretorika. Roda pemerintah juga hendaknya dijalankan dengan baik dan benar dibawah kepemimpinan putra putri terbaik bangsa yang visioner, cakap dan dedikatif,” Jelas SBY.

Rektor Unair Prof. Fasich dalam sambutannya atas nama civitas akademika Universitas Airlangga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada SBY atas dukungan dan kesempatan berkembang sehingga menjadi universitas ternama di Indonesia dan dunia.

“Terima kasih tak terhingga kepada Bapak SBY atas kesempatan yang diberikan pada kami sehingga bisa berkembang pesat seperti saat ini. Seperti Fakultas Kedokteran sudah diakui kompetensinya secara Internasional oleh AUN,” kata Rektor.

Ia menjelaskan semua prestasi Unair saat ini merupakan buah dari rangkaian panjang perjuangan memajukan Unair dan menjadikan Unair sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH). PTN BH memungkinkan otonomi kampus untuk menetapkan kebijakan baik dalam bidang akademik maupun non akademik. Otonomi bermakna kemandirian dan bukan bebas lepas dari ikatan kenegaraan, otonomi memberikan akses lebih luas dan terbuka untuk membawa Unair menjadi Univesitas kelas dunia.

Hadir dalam forum ini beberapa Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tandjung, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Ketua Majelis Wali Amanat Unair Sudi Silalahi, Guru Besar Unair dan ratusan mahasiswa baru. (rif)

Related posts

Tingkatkan Kemampuan dan Kualitas Pelaku UKM, Deskranada Surabaya Menggelar Pameran Kerajinan

kornus

Sempat Tak Percaya Pemerintah, Kini Warga Wiyung ini Berterimakasih ke Wali Kota Eri yang Berhasil Atasi Banjir

kornus

Eri Cahyadi Akan Bentuk Generasi Toleran sejak Dini di Sekolah

kornus