KORAN NUSANTARA
Headline indeks Jatim

Rakorwil di Surabaya, Partai Gema Bangsa Tegaskan Politik Desentralisasi Bottom Up

Surabaya (mediakorannusantara.com) – Ketua Umum Partai Gema Bangsa, Ahmad Rofiq, menegaskan komitmen partainya untuk mendorong desentralisasi politik sebagai arus baru demokrasi Indonesia. Hal itu disampaikan di sela kegiatan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Partai Gema Bangsa di Kota Surabaya, Minggu (14/12/2025).

“Jadi Rakorwil ini adalah bagian dari konsolidasi dan penguatan visi-misi Partai Gema Bangsa terkait dengan desentralisasi politik,” ujar Ahmad Rofiq.

Rakorwil Partai Gema Bangsa di Kota Surabaya, Minggu (14/12/2025).

Ahmad Rofiq menjelaskan, konsep desentralisasi politik yang diusung Partai Gema Bangsa berbeda dengan partai-partai lain. Menurutnya, desentralisasi ini menjadi fondasi untuk mewujudkan kualitas demokrasi yang lebih substantif.

“Karena desentralisasi politik ini adalah sesuatu yang sangat berbeda dengan partai-partai lain dan ini akan menjadi sebuah gerakan baru untuk mencapai sebuah kualitas demokrasi yang sungguh. Dimana desentralisasi itu semua otoritas politik itu kita kembalikan kepada para pimpinan yang ada di daerah. Sifatnya bottom up, bukan top down,” jelas Ahmad Rofiq.

Ahmad Rofiq menyebut, selama ini sistem politik nasional cenderung bersifat sentralistik. Melalui Partai Gema Bangsa, pola tersebut diubah menjadi sebaliknya.

“Kalau selama ini sistem politiknya itu top down, maka oleh Gema Bangsa itu diubah menjadi partai yang sifatnya bottom up,” katanya.

Ia menegaskan, pendekatan bottom up bertujuan memperkuat kepemimpinan daerah yang berintegritas dan berpihak pada rakyat.

“Bottom up itu dalam artian akan menguatkan pemimpin-pemimpin di daerah menjadi pemimpin yang berkualitas. Menjadi pemimpin yang peduli, menjadi pemimpin yang pada akhirnya mengedepankan pada aspek integritas,” ujarnya.

Menurutnya, politik tidak seharusnya bertumpu pada kekuatan modal semata. “Tidak mengedepankan kepada banyaknya uang, tetapi seberapa besar dia punya kepedulian dan membawa aspirasi rakyat. Nah, ini adalah hakikat dari desentralisasi,” tambahnya

Ahmad Rofiq optimistis, jika konsep ini dipahami dan dijalankan secara masif, Partai Gema Bangsa akan tumbuh menjadi kekuatan politik besar.

“Kita ingin desentralisasi ini menjadi sebuah arus baru politik bangsa ini. Jadi kita yakin jika ini kita lakukan dan dipahami secara masif oleh para pimpinan, para partai partai, saya yakin Gema Bangsa akan menjadi partai besar di kemudian hari,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ahmad Rofiq memaparkan contoh konkret penerapan desentralisasi politik dalam tubuh partai. “Desentralisasi politik itu otoritas dan kewenangan politik itu ada di bawah, misalkan untuk menjadi bupati, menjadi wali kota, Itu tidak perlu lagi harus ke pusat, tentukan sendiri,” katanya.

Selain itu, Ahmad Rofiq menjelaskan bahwa kewenangan daerah juga mencakup penyusunan calon legislatif dan pengambilan keputusan strategis lainnya.

“Menyusun caleg perangkat-perangkat politik yang lainnya, itu semua mereka yang menentukan. Pimpinan fraksi, penentuan komisi, penentuan segala macam, semuanya ada di bawah,” ujarnya.

Di samping itu, ia menegaskan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai tidak lagi menjadi penentu utama dalam urusan tersebut. “Tidak tergantung DPP. Begitu juga provinsi juga diberikan hak sepenuhnya. Justru kita ingin dengan semangat desentralisasi ini, para pimpinan yang ada ini akan membawa aspirasinya sendiri,” lanjutnya.

Ia juga menekankan pentingnya kemandirian kader daerah dalam kontestasi politik. Mereka maju bupati, maju wali kota, agar spirit desentralisasi ini dijalankan dengan baik, tidak dititipkan,” kata Ahmad Rofiq.

Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Rofiq mengungkapkan kesiapan konsolidasi nasional partai. “Operasi sudah matang dan Jawa Timur akan berangkat 100% ke Jakarta. Kita akan bertemu di tanggal 17 Januari (2025) di JICC (Jakarta International Convention Center),” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPW Partai Gema Bangsa Jawa Timur, H. Jamal Abdullah, menyampaikan perkembangan struktur organisasi di wilayahnya.

“Ada 10 DPD. Persiapan kita untuk Pemilu (pemilihan umum) sudah kita lakukan. Dan sekarang DPW mulai akan datang sudah roadshow ke daerah-daerah untuk melantik beberapa daerah yang ada di Jawa Timur,” katanya.

Terkait komposisi pengurus, Jamal menyebut mayoritas merupakan wajah baru di dunia politik. “Rata-rata sekarang 70% itu orang baru, teman-teman pemuda. 30 persen memang ada dari partai-partai lain. Itu di pengurus wilayah,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi serupa juga terjadi di tingkat daerah. Kalau di pengurus daerah, sama, orang baru yang banyak. Seperti Kota Kediri, Madiun, itu rata-rata baru semua,” katanya.

Ia menambahkan, keterlibatan pemuda cukup dominan dalam struktur partai Gema Bangsa di Jawa Timur. “Hari ini 60 persen,” imbuhnya.

Jamal juga memastikan seluruh kepengurusan kabupaten dan kota Partai Gema Bangsa di Jawa Timur telah terbentuk. “Sudah 100 persen terbentuk,” tegasnya.

Terkait figur penting yang bergabung, Jamal mengonfirmasi adanya tokoh yang masuk dalam struktur Gema Bangsa. “Ada. Jadi beliau salah satu pejabat tinggi dan sudah menjadi pengurus di DPD,” pungkasnya. (KN01)

Related posts

Kepala BNPB: Daerah Punya Aksi Kurangi Risiko Bencana

Sambut Hari Raya, KKP bagikan ribuan paket protein ikan ke masyarakat

Tangkal Korona Melalui Pola Hidup Bersih dan Sehat

kornus