KORAN NUSANTARA
Headline Jatim

Problem Pertanian Jadi Atensi Freddy Poernomo Saat Reses di Dapil Bojonegoro-Tuban

Anggota DPRD Jatim Dr. H. Freddy Poernomo, S.H., M.H saat menggelar Reses III Tahun 2022 di Desa Bayang Kawis, Kecamatan Mbalen, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (15/10/2022).

Surabaya (mediakorannusantara.com) – Anggota Fraksi Golkar Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur 12 (Kabupaten Bojonegoro-Tuban) Dr. H. Freddy Poernomo, S.H., M.H menggelar penyerapan aspirasi masyarakat Reses III Tahun 2022. Salah satu Reses digelar di Desa Mayangkawis, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (15/10/2022).

Dalam agenda tersebut, persoalan di bidang pertanian, mendominasi bahasan Freddy Poernomo saat bertemu dengan konstituennya. Mulai dari masalah pupuk, bibit, termasuk pula persoalan harga pasca panen.

“Memang problem pertanian ini kan tidak statis, terus berkembang. Makanya kami juga tidak tinggal diam. Selalu terus minta evaluasi selalu kita carikan solusi,” kata Freddy Poernomo.

Freddy Poernomo yang juga menjabat Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jatim Bidang Hukum itu menerangkan, bahwa problem terkait subsidi pemerintah sekarang ini memang terbatas. Hal itu dikarenakan situasi global yang berdampak pada ekonomi lokal.

“Itu problemnya. Ini dibutuhkan spirit dan energi yang tinggi. Supaya kita tidak tergantung pada pemerintah, meski pemerintah tetap peduli. Seperti di Bojonegoro tadi ditekankan pasca panen masalah gabah,” ujarnya.

Walaupun demikian, Politisi Partai Golkar ini menegaskan, bahwa pemerintah tak tinggal diam meski dengan segala keterbatasan. Apalagi pasca pandemi Covid-19, banyak di antara anggaran harus refocusing yang berdampak pada subsidi.

“Makanya terobosan itu harus dilakukan dengan inovasi-inovasi harus dimunculkan petani sendiri. Dari pemerintah tetap ada perhatian. KTNA pun tetap peduli menyelesaikan persoalan ini,” terangnya.

Tentunya, terlepas ada atau tidaknya reses, Freddy memastikan akan terus intens berkomunikasi rutin untuk menyapa konstituennya.

“Selama di Surabaya tidak ada kegiatan, saya pasti ke Dapil menyapa. Komunikasi ini kan tak hanya tergantung reses, di luar reses kita tetap menyapa,” tuturnya.

Ia juga memastikan, akan terus semaksimal mungkin bekerja mengawal aspirasi yang disampaikan masyarakat. Baginya hal ini tentu menjadi bagian dari ikhtiar untuk bisa mewujudkan keinginan masyarakat.

“Apa yang bisa kita lakukan, kita lakukan semaksimal mungkin. Dengan segala keterbatasan dan tetap kita ikhtiar untuk bisa terpenuhi apa yang menjadi keinginan warga Bojonegoro-Tuban,” tandasnya. (KN01)

Related posts

Pemkot Surabaya Buka Kejuaraan Futsal Piala Wali Kota

kornus

Warga Surabaya Bisa Menyaksikan Gerhana Matahari Mulai Pukul 06.21

kornus

Presiden: Tugas harian Menko Marves dipegang Erick Thohir