KORAN NUSANTARA
hukum kriminal indeks

Polisi Kesulitan Mengungkap Identitas 80 Jenasah Imigran Gelap

Surabaya (KN) – Untuk mengungkap satu per satu identitas 80 mayat ‘Imigran Gelap’ korban kapal tenggelam di perairan Watu Limo Trenggalek, Jawa Timur, Tim foresnsik mengaku kesulitan mengindentifikasi mayat tersebut. Disaster Victim Identification (DVI) Regional Tengah, yang dipercaya untuk melakukan pekerjaan dibidangnya ini, telah berusaha sekuat tenaga. Bahkan, seluruh petugas terlihat sangat kelelahan meski dibantu beberapa anggota lainnya.
Saat dijumpai di RS Bhayangkara Polda Jatim, Kepala Disaster Victim Identification (DVI) Regional Tengah,  Kombes Pol Dr Didi Agus Mintadi mengaku proses identifikasi terkendala dengan minimnya data medis.

Untuk itu, agar proses identifikasi bisa berjalan dengan lancar dan sesuai target, Dr Didi Agus Mintadi berencana mendatangkan ahli forensik dari beberapa universitas lainnya untuk mengidentifikasi jenazah imigran yang tenggelam. Diantaranya,  Ahli Patologi Forensik dan Ordontologi dari UGM, Universitas Diponegoro (Undip) dan Universitas Hasanudin (Unhas) diharapkan dapat membantu untuk proses identifikasi 80 jenazah imigran gelap yang saat ini ditempatkan di RS Bhayangkara, Polda Jatim, Surabaya.

Sebab, dari jenazah yang sedang diidentifikasi, baru 17 warga asing mendatangi untuk berusaha mencocokkan identitas dengan keluarganya yang hilang. “Kami sangat kesulitan untuk mengidentifikasi satu persatu jenazah imigran. Karena, dari 80 jenazah yang ada, hingga saat ini masih ada 17 orang yang baru mencarinya,” terang Dr Didi Agus Mintadi, Sabtu (24/12).

Dr Didi juga mengatakan, tim DVI telah membuka posko untuk warga yang ingin melapor kehilangan keluarga. Tim DVI membuka nomor fax 031 8290278 dan melalui email dokkes.jatim@gmail.com.  “Kalau ada 80 jenazah, sedangkan laporan kehilangan orang hanya 17, bagaimana bisa mencocokkan identifikasi,” terangnya.
Harapan Didi, 80 korban yang saat ini ada di kamar mayat RS Bhayagkara, akan segera dicari oleh para keluarga korban. Karena dengan seperti itu, maka untuk mengidentifikasi akan lebih mudah.

“Kalau korbannya ada 80, paling tidak seratus orang mencari untuk mencocokkan identitas. Jika seperti itu pekerjaan kami akan lebih mudah,” pungkasnya. (anto)

 

Foto : Evakuasi jenasah Imigran Gelap

Related posts

Mendagri Bersama Gubernur Khofifah Galakkan Gerakan Berbagi 10 Juta Bendera Merah Putih di Halaman Gedung Grahadi dan Tugu Pahlawan Surabaya

kornus

Harga Jual Tiga Kali Lipat, Gubernur Khofifah Ajak Petani Tanam Melon Prima

kornus

Siapkan 590 Rombel, PPDB SMP Dibuka Dispendik

kornus