KORAN NUSANTARA
Headline indeks Jatim

PNS di Lingkungan Pemprov Jatim Harus Mampu Kuasai bahasa Ingris

SukardiSurabaya (KN) – Menghadapi MEA 2015, seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemprov Jatim diminta mampu menguasai bahasa Inggris. Karena Bahasa Inggris merupakan bahasa bisnis yang digunakan secara internasional dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.Hal ini disampaikan Sekretaris daerah Provinsi Jatim Akhmad Sukardi, Saat membuka Pembekalan Jiwa Enterpreneurship bagi PNS di Lingkungan Pemprov Jatim di Kantor Gubernur Jatim, Jumat (28/11/2014).

Sukardi mengatakan, semua PNS minimal harus mampu menguasai Bahasa Inggris, karena Bahasa Inggris merupakan bahasa bisnis yang digunakan secara internasional sekaligus merupakan upaya peningkatan kualitas PNS.

Menurutnya, MEA merupakan era dimana perputaran barang dan jasa dengan mudah masuk dan keluar dari dan ke Indonesia dengan cepat. Begitu juga persaingan ditingkat kualitas sumberdaya manusia sangat ketat, hanya individu yang kreatif dan memiliki potensi di bidangnya yang akan memenangkan persaingan.

Disamping itu, gempuran barang dari luar negeri dalam sekejap mata akan membanjiri Jatim, berbagai macam produk juga investasi akan masuk dengan mudah. Bukan hanya pengusaha besar dan investor besar, tetapi pengusaha kecilpun akan masuk ke Jatim. Produk dan jasa yang ditawarkan pun sama tetapi lebih mengedepankan segi mutu, kualitas bahkan dari segi pengemasannya.

“Itu artinya pelaksanaan MEA tahun 2015 mendatang ancaman tidak hanya berlaku bagi pelaku usaha menengah ke atas, melaikan juga menjadi ancaman bagi pelaku usaha kecil dan mikro,” urainya.

Ia menambahkan, sekitar dua sampai tiga tahun yang lalu, Indonesia boleh bangga karena banyak orang luar negeri yang kursus dan belajar bahasa Indonesia, namun tujuannya tidak lain untuk menghadapi MEA. “Bukan tidak mungkin, nantinya para buruh/pekerja dan masyarakat Jatim hanya akan menjadi penonton di negeri sendiri, bila tidak siap,” tukasnya.

Salah satu faktor yang bisa membuat Jatim berdaya saing yaitu dengan cara melibatkan PNS muda yang berbakat dan berpotensi untuk menjadi seorang enterpreneur baru. Enterpreneur bukan hanya di bidang usaha, tapi juga dalam bentuk inovasi yang bermanfaat bagi Pemprov Jatim dalam menghadapi MEA di tahun 2015 mendatang,” pungkasnya. (yo)

Related posts

Jusuf Kalla Beri Penghargaan kepada Pemda dan Perusahaan Pendukung BPJS Ketenagakerjaan

redaksi

BPK Ungkap Temuan Kurangnya Volume Hasil Pekerjaan 4 SKPD Pemprov Jatim Sebesar Rp12,87 Miliar

kornus

Danlantamal V Surabaya Bersama Forkopinda Jember Resmikan Pos TNI AL di Puger

kornus