KORAN NUSANTARA
Headline indeks Jatim

Petani Tebu Jatim Berharap Pemerintahan Baru Benahi Industri Gula

Surabaya (KN) – Petani tebu di wilayah Jawa Timur berharap besar terhadap pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih periode 2014-2019, Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) untuk bisa membenahi industri pergulaan nasional. Pembenahan tersebut meliputi proses revitalisasi pabrik gula (PG) dan perbaikan tata niaga gula.“Ada beberapa persoalan yang mendesak untuk diperbaiki. Di antaranya adalah soal revitalisasi Pabrik Gula (PG) yang harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya tambal sulam,” kata Ketua Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia (APTRI) Jawa Timur, Arum Sabil, Rabu (17/9/2014).

Menurut dia, revitalisasi PG harus terintegrasi. Selain kualitas produksi harus menjadi semakin naik, produk turunan juga harus digarap, seperti sisa ampas tebu berupa blotong dijadikan pupuk dan bagas dijadikan bahan energi atau pulp atau bubur kertas. Selain revitalisasi juga penambahan kapasitas PG juga diperlukan. “Revitalisasi juga harus mengedepankan perbaikan kualitas produksi sehingga rendemen tebu yang diterima petani kedepan harus minimal 8 persen,” ucapnya.

Mengenai tata niaga gula, ia juga berharap segara ada pembenahan. “Pembenahan tata niaga gula ini harus disegerakan karena banyak sekali mafia yang bermain disini. Bagaimana impor gula dibatasi dan bagaimana distribusi gula rafinasi sesuai dengan peruntukannya,” tuturnya.

Sejauh ini, kata Arum, kebijakan soal gula rafinasi sudah ada, yaitu hanya untuk industri tetapi pada kenyataannya gula rafinasi terus saja merembes ke pasar dan diperlakukan seperti layaknya gula konsumsi.

“Undang-undangnya sudah ada, tetapi penegakan hukumnya lemah. Sejauh ini tidak ada pelaku usaha yang terkena sanksi akibat mendistribusikan gula rafinasi ke pasar konsumsi. Padahal jelas-jelas itu telah menyalahi aturan,” keluhnya.

Pembenahan sektor pergulaan nasional ini, lanjut dia, seharusnya dijadikan proyek percontohan dalam program kerja Jokowi-JK. “Kami berharap, presiden terpilih akan menjadi panglima terdepan dalam pembenahan sektor ini dan menjadikannya sebagai pilot project. Karena ada segudang persoalan yang sangat rumit yang membelenggu disini,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Arum, kapasitas PG terpasang di seluruh Indonesia mencapai 313.000 ton TCD. Jika seluruh PG beroperasi penuh dan tidak ada idle capacity, maka produksi gula akan mencapai 2,9 juta ton per tahun. (rif)

Related posts

Kobarkan Semangat Kepahlawanan

kornus

Gambarnya Sebagai Bakal Calon Bupati Banyak Dirusak di Jember, Gus Fawait : Tidak Apa-apa, Saya Maafkan

kornus

Komisi A Berharap Tes CPNS Tahun Ini Tidak Ada Manipulasi dan Intervensi

kornus