Surabaya (MediaKoranNusantara.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Malaysia menjajaki kerjasama di bidang pendidikan, khususnya pertukaran pelajar, transfer ilmu, dan pemberian beasiswa kuliah. Melalui kerjasama ini, diharapkan dapat meningkatkan hubungan baik dan kualitas pendidikan antar kedua pemerintahan.Penjajakan kerjasama tersebut dibahas saat Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Jatim, Dr. Ir. Jumadi, M.MT menerima kunjungan kerja Menteri Penasihat Pendidikan Kedutaan Besar Malaysia, Prof. Madya Dr.Mior Harris bin Mior Harun di ruang kerja Sekdaprov Jatim Jl Pahlawan 110 Surabaya, Rabu (12/9/2018) pagi.
Pj. Sekdaprov Jumadi mengatakan, pihaknya menyambut baik kerjasama ini, dan akan segera melakukan pertemuan internal bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait guna mendetailkan poin-poin kerjasa mate rsebut. Setelah itu, akan dibuat payung hukum serta nota kesepahaman atas kerjasama di bidang pendidikan ini.
Untuk itu, Pj. Sekdaprov Jatim Jumadi mendelegasikan rencana itu kepada Biro Humas dan Protokol, Biro Kesejahteraan Sosial, Dinas Pendidikan, Badan Penanaman Modal, yang hadir pada kesempatan ini untuk membahas detail kerjasama tersebut. “Setelah ini, kami langsung menindaklanjutinya, baik itu konsepnya, mekanismenya, dan lainnya. Kita detailkan” ujarnya.
Pria yang masih menjabatsebaga iKepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jatim ini berharap, kerjasama ini tidak hanya berhenti di tingkat university to university, tapi juga bisa meningkat jadi sister city, bahkan sister province, seperti Jatim dengan Provinsi Osaka Jepang, Provinsi Tianjin Republik Rakyat Tiongkok, dan lainnya.
“Peluang ini sanga tbagus karena banyak SDM kita, termasuk pelajar kita melanjutkan studi di Malaysia, begitu pula sebaliknya” katanya.
Sementara, Menteri Penasihat Pendidikan Kedutaan Besar Malaysia, Prof. Madya Dr.Mior Harris bin Mior Harun mengatakan, tujuannya ke Jatim adalah untuk mengajak bekerjasama di bidang pendidikan. Salah satu yang menjadi fokusnya adalah pertukaran pelajar dan beasiswa kuliah antar perguruan tinggi negeri antar kedua negara.
“Saya ingin lebih fokus kepada universitas negeri, karena universitas negeri kami biayanya sangat terjangkau, dan disubsidi oleh kerajaan. Selama ini, yang gencar promosi dan banyak peminatnya adalah universitas swasta kami, padahal universitas negeri kami juga tak kalah bagus, bahkan yang tertinggi ada di posisi 87 Top 100 University in the world,” ujarnya. (KN04)
