KORAN NUSANTARA
Headline indeks Jatim

Pemprov Coret Anggaran Untuk Kelompok Disabilitas, Anggota DPRD Jatim Kecewa

Surabaya (MediaKoranNusantara.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim merasa gerah atas dicoretnya anggaran untuk pembinaan olahraga anak disabilitas di Jatim dalam APBD Jatim tahun 2020.Menurut anggota DPRD Jatim Armuji, seharusnya Pemprov Jatim memperhatikan kesejahteraan bagi kaum disabilitas di Jatim termasuk salah satunya terhadap pembinaan olahraga bagi anak-anak disabilitas.

“Saya sangat prihatin sekali tak pedulinya Pemprov terhadap mereka. Buktinya di pembahasan APBD Jatim 2020 sudah kami ajukan tapi pas finalnya dicoret,”ungkap mantan Ketua DPRD Kota Surabaya saat bertemu dengan NPCI (National Paralympuc Comite Nasional) Jatim di Surabaya, Minggu (1/12/2019).

Politisi asal PDIP ini mengungkapkan pada awalnya DPRD Jatim sudah mengajukan anggaran untuk pembinaan olahraga disabilitas di Jawa Timur sebesar Rp 42 M. “Dari anggaran Rp 42 M tersebut, setelah dilakukan koordinasi beberapa kali dengan Pemprov Jatim, akhirnya disepakati dianggarkan sebesar Rp 14 M,”lanjut pria yang juga anggota Komisi A DPRD Jatim.

Namun, sambung Armuji, disaat penggedokan APBD Jatim 2020 beberapa waktu lalu, justru anggaran tersebut hilang. “Setelah saya cek anggarannya hilang dan tampaknya dicoret oleh Pemprov Jatim. Miris sekali bagi saya karena ini menyangkut kelompok disabilitas,”jelasnya.

Armuji berharap ke depan Pemprov Jatim memperhatikan kelompok disabilitas termasuk pembinaannya mengingat bagaimanapun juga adalah bagian dari masyarakat Jatim.

“Pak Presiden Jokowi saja perduli sama anak disabel kok , tapi Pemprov Jatim kok tak peduli. Kami harap Pemprov mempedulikan mereka,” kata Armuji.

Sementara Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengaku Pemprov terus melakukan fasilitasi dan dukungan kepada komunitas disabilitas. Termasuk fasilitasi pembinaan olahraga anak disabilitas Jawa Timur melalui APBD Jatim 2020.

“Jatim terus memberikan dukungan bagi komunitas disabilitas. Kami menyerap aspirasi dari kalangan mereka yang selama ini masih membutuhkan perhatian lebih. Dukungan tersebut bahkan diajukan pula pada APBD Jatim Tahun 2020. Kami tidak pernah mencoret anggaran untuk kelompok disabilitas,” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (2/12/2019).

Dijelaskan, pemprov melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jatim menyediakan dana untuk pembinaan atlet disabilitas terintegrasi dengan pembinaan atlet pelajar (pembinaan sentra/klub). Dana tersebut mencapai Rp 3 miliar.

Demikian pula dengan Biro Kesejahteraan Sosial (Kesos) Setda Prov. Jatim, lanjutnya, mengusulkan hibah untuk National Paralympuc Comite Nasional (NPCI) 2020 khususnya Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) dengan usulan anggaran sekitar Rp 13 miliar.

“Usulan hibah ini sudah dinaikkan dan dalam proses penganggaran di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jatim. Dari Biro Kesos telah menghimpun besaran hibah, kemudian diusulkan ke Bappeda. Sebenarnya masih ada pada proses anggaran di Bappeda. Jadi tidak benar jika kami mencoret anggaran untuk komunitas disabilitas,” kata Gubernur Khofifah. (KN01)

Related posts

Revisi PP Minerba sarat perpanjangan IUPK, tambah Saham 10 Persen

Pj Gubernur Adhy Karyono Optimistis Tiga Cabang Olahraga Sumbang Medali Emas Bagi Jatim

kornus

Danrem 084/Bhaskara Jaya Cek Vaksinasi Ribuan Warga Surabaya di Gelora 10 Nopember

kornus