KORAN NUSANTARA
ekbis Headline indeks

Pemkot Fokus Pada Sektor Layanan Jasa dan Perdagangan

Surabaya (KN) – Pemerintah Kota Surabaya berinisitif fokus pada sektor layanan jasa dan perdagangan. Sebab sektor industri dinilai bisa memicu banjir dan kemacetan lalu lintas.Walikota Tri Rismaharini optimis, dengan Surabaya fokus menggarap sektor jasa dan perdagangan, maka akan memberi kesempatan pada daerah-daerah di luar Surabaya untuk mengembangkan sektor industri. Sehingga, kota-kota yang ada di Surabaya juga bisa maju dan berkembang seperti halnya Surabaya.

“Kalau kita tidak membatasi industri di Surabaya, maka semua akan tumplek blek disini. Makanya saya tidak mau ambil semua,” kata walikota Kamis (6/2/2014).

Walikota menjelaskan, saat ini industri di Surabaya sudah dilokalisir di kawasan Rungkut, yakni Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER).  SIER ini dikelola oleh PT SIER Persero . SIER menempati lahan seluas 245 hektare dan sudah ditempati oleh hampir 300 perusahaan yang menampung puluhan ribu pekerja.

Sementara itu, dibeberapa daerah di luar Surabaya juga sudah mulai mengembangkan kawasan industri. Diantaranya, Sidoarjo Industrial Estate Berbek (SIEB) yang berdiri di atas lahan seluas 87 hektar telah menampung lebih dari 9.000 tenaga kerja. SIEB ini berbatasan dengan SIER. Selain Sidoarjo, Pasuruan juga mulai mengembangkan kawasan industri yakni Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) dengan luas lahan 500 hektare.

Disisi lain, Pemkot Surabaya mulai mengembangkan kawasan pergudangan. Misalnya di kawasan Margomulyo. Tiap tahun, jumlah luasan lahan yang menampung peti kemas dari pelabuhan Tanjung Perak terus bertambah. Bahkan, di SIER sendiri ada beberapa pabrik yang kini sudah mulai difungsikan sebagai tempat pergudangan.

“Kalau gudangnya disini (Surabaya) masih tidak apa-apa. Kalau Surabaya untuk industri, saya katakan tidak,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya, Jamhadi menilia kendati Surabaya mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dibanding daerah lain di Jatim, namun prosentasenya masih kecil. Sehingga, investasi harus lebih digenjot lagi.

“Sebelum tahun 2010, partumbuhan investasi di Surabaya sebesar 5,11 persen, lalu tahun 2011 naik menjadi 7,35 persen. Di 2012 kembali meningkat menjadi 7,64 persen,” ungkap Jamhadi.

Menurutnya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan pemerintah kota untuk mendorong investasi di Surabaya. Salah satunya dengan memperbaiki sistem pelayanan khusunya soal perijinan.

“Akan lebih baik, jika Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) Surabaya juga  disahkan,” terang Jamhadi. (anto/ovi)

Related posts

Didampingi Kejaksaan dan KPK, BPKAD Surabaya Data Ulang Tanah Aset yang Masih Digunakan Pihak Lain

kornus

Kemampuan Teritorial Prajurit Korem 084/Bhaskara Diuji

kornus

KPU Surabaya Jalin Silahturahmi dengan PWI Jatim untuk Pemilu Berkualitas

kornus