KORAN NUSANTARA
ekbis Hallo Nusantara Headline Nasional

Pemerintah Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca Tangani Karhutla

Pemerintah Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca Tangani Karhutla

Jakarta, mediakorannusantara.com. Kementerian Kehutanan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat dan Tengah serta Jawa Timur dengan operasi modifikasi cuaca.

Kegiatan tersebut diinformasikan pada Sabtu, 5 September 2026 pukul 18:53 WIB.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kemenhut Dwi Januanto Nugroho dalam pernyataan dikonfirmasi dari Jakarta, Sabtu, menyampaikan rencana operasi lanjutan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah serta di Jawa Timur dialokasikan dari anggaran Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan.

Pejabat tersebut menyatakan berterima kasih atas dukungan BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, TNI Angkatan Udara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan seluruh pihak dalam pelaksanaan operasi tersebut.

“Yang kita lindungi bukan hanya ekosistem di kawasan hutan, tetapi juga masyarakat yang tinggal dan bergantung pada lingkungan sekitarnya. Karena itu, setiap langkah pengendalian diarahkan untuk mengurangi dampak terhadap kesehatan, aktivitas sosial, pendidikan, dan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Operasi itu akan dilakukan di Jawa Timur dalam periode 3-9 September 2026 menggunakan pesawat CASA A2104, Kalimantan Barat mulai 5-14 September 2026 dan Kalimantan Tengah mulai 6-14 September 2026 dengan menggunakan pesawat CASA 212 serta dukungan logistik dari BNPB.

Pelaksanaan operasi modifikasi cuaca didasarkan pada analisis meteorologi, potensi pertumbuhan awan, perkembangan kejadian karhutla, serta pemantauan tinggi muka air tanah oleh BMKG.

Wilayah sasaran ditentukan berdasarkan potensi pembentukan awan hujan dan tingkat kerawanan karhutla yang tinggi.

Pelaksanaan kegiatan di Jawa Timur diarahkan untuk mendukung pemadaman kebakaran hutan di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Gunung Arjuno, dan wilayah lain di Jawa Timur.

Hal itu dilakukan setelah sebelumnya Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Kepala BNPB Suharyanto pada kesempatan kegiatan terkait dengan karhutla di Kalimantan Barat memastikan dukungan pesawat untuk operasi modifikasi cuaca tetap disiagakan hingga 13 September mendatang.

Langkah tersebut dilakukan agar setiap peluang pembentukan awan hujan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk membantu penanganan sekaligus mencegah munculnya kebakaran baru.( wa/an)

Related posts

Ketua Komisi E Harap Sekdaprov Jatim Adhy Karyono Mampu Implementasikan Penurunan Kemiskinan di Jawa Timur

kornus

Kunjungi Warga Dukuh Pakis Terdampak Penggusuran, Wali Kota Eri Cahyadi: Ayo ke Rusun Grudo

kornus

Menperin segera Evaluasi Kebijakan bantuan Motor Listrik