
Ketua DPD PDI Perjuangan Kusnadi saat menyumbang sebesar 500 juta melalui lelang lukisan bangunan menara 17 PWNU Jatim karya Nonot Sukarmono, Minggu (3/10/2021).
Surabaya (MediaKoranNusantara.com) – Rasa memiliki Nahdlatul Ulama (NU) terus ditunjukkan PDI Perjuangan. Ini tampak dengan keikutsertaaan PDI Perjuangan Jatim dalam mendukung rencana pembangunan menara 17, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim.
Ini tampak dengan sikap PDI Perjuangan Jatim melalui Ketua DPD PDI Perjuangan, Kusnadi dengan menyumbang sebesar 500 juta melalui lelang lukisan bangunan menara 17 PWNU Jatim karya Nonot Sukarmono alias Ki Nonot, saat ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan menara 17 di halaman kantor PWNU Jatim, yang juga dihadiri Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) yang juga ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar, Wagub Jatim, Emil Elestyanto Dardak yang juga Plt Ketua Partai Demokrat Jatim, Bupati Jombang tang jhga ketua PPP Jatim Munjidah Wahab dan sejumlah pengurus PWNU Jawa Timur, Minggu (4/10/21) kemarin.
“Saya ini juga bagian dari Nahdlatul Ulama. Karena itu, bentuk perhatian untuk kemajuan umat Nahdliyin di Jatim,” ujar Kusnadi letika dikomfirmasi terkait sumbangan yang diberikan dalam rencana pembangunan menara 17 PWNU Jatim, Senin (04/09/21).
Kusnadi yang juga Ketua DPRD Jawa Timur menyampaikan, sumbangan dengan cara lelang lukisan itu juga diikuti pejabat publik Jawa Timur yang lahir dan besar dari Nahdliyin.
“Saya memang besar dari lingkungan NU, kader PDI Perjuangan Jarim juga banyak yang warga Nadliyin. Maka sudah sewajarnya kita ikut membesarkan NU,” tuturnya.
Dirinya mengaku mendukung penuh pembangunan menara 17 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim.
“Pembangunan menara 17 PWNU Jatim ini akan mendukung dan mewujudkan cita cita besar,” tegasnya.
“Semoga pembangunan ini memberikan keberkahan, kelancaran, kemaslahatan bagi ummat serta seluruh warga Nahdliyin,” imbuhnya.
Dijelaskan oleh Kusnadi, selain DPD PDI Perjuangan Jatim, Bupati Gresik Akhmad Yani yang juga kader PDI Perjuangan juga telah meberikan sumbangan untuk pembangunan gedung pendukung menara NU yang bisa dimanfaatkan oleh NU nantinya.
“Kader kita mas Yani (Bupati Gresik) dalam pembahasan rencana pembangunan Gedung menara 17 PWNU beberapa waktu lalu, juga telah menyediakan lahan seluas 3 hektar di Kawasan Driyorejo Gresik untuk bisa digunakan sebagai pendukung menara 17 PWNU, untuk kegiatan PWNU lainnya,” pungkasnya.
Sekedar diketahui untuk mendukung kegiatan PWNU Jatim dan sebagai simbol represntasi NU Di Jatim yang merupakan ormas terbesar, PWNU Jatim akan bangun gedung menara 17.
Ketua PWNU Jawa Timur KH. Marzuki Mustamar saat ground breaking atau peletakan batu oertama mengatakan, pembangunan Menara 17 ini, menjadi sebuah kebutuhan untuk lebih memajukan NU di Jawa Timur.
Banyak kegiatan baik PWNU maupun PCNU beserta para Badan Otonom (Banom) yang memilih tempat atau gedung pelaksanaan diluar Kantor PWNU.
Oleh karenanya, lewat terwujudnya Menara 17 ini, diharapkan seluruh Banom maupun PCNU yang akan melaksanakan kegiatan, pelatihan, pengkaderan maupun hari besar keagamaan bisa dipusatkan disini.
“Jika pembangunan ini selesai, seluruh warga NU bisa menggunakan untuk tempat tempat kemasyarakatan, pengkaderan maupun kegiatan milik Banom banom yang selama ini dilakukan di hotel hotel atau gedung gedung milik instansi pemerintah,” ungkapnya.
Pihaknya kata KH Marzuki juga membuka diri kepada seluruh masyarakat dan kaum nahdliyin yang ingin berkontribusi mendukung terselesaikannya menara 17 lantai PWNU Jatim.
“Kami membuka diri kontribusi keikutsertaan para masyarakat dan warga Nahdliyin mendukung untuk terselesaikannya pembangunan Menara 17 lantai PWNU Jatim,” ucapnya saat itu. (KN01)
