KORAN NUSANTARA
Headline hukum kriminal indeks

Pantau Arus Mudik, Polda Jatim Dirikan 233 Pos PAM Lebaran 2014

PolriSurabaya (KN) – Guna memantau jalannya dan memberikan raya nyaman selama arus mudik lebaran 2014, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur akan mendirikan 233 pos pengamanan dan 62 pos pelayanan (Pospam dan Posyan) di seluruh Jawa Timur.Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jatim, Kombes Pol Ferdianto di Mapolda Jatim, Kamis (17/7/2014) mengatakan, 233 Pospam nanti akan didirikan di jalur mudik baik yang ada di jalur Utara, Tengah, dan Selatan. “Posyan nanti akan bergabung dengan instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan (Dishub), Pramuka, kesehatan, dan Organisasi Amatir Radio Republik Indonesia (ORARI) semua disitu akan bergabung,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pendirian Pos Pam bertujuan untuk mengamankan lokasi atau penggal jalan tertentu, terhadap kemungkinan timbulnya gangguan kamtibmas dan kamseltib carlantas (keamanan keselematan ketertiban kelancaran lalu lintas).

Selain itu juga untuk mengamankan arus mudik 2014, sebanyak 9994 personel. Polda juga sudah memetakan daerah yang rawan macet. “Untuk di wilayah Utara, pertama Polsek di Lamongan km 43 kemudian Duduk Sampeyan karena bottle neck disitu, kemudian di Kembang Juri, Mengkreng, Jombang, Nganjuk dan Kediri itu ada pertigaan disitu”ujarnya.

Sementara itu, kemacetan yang ada di sekitaran pasar tumpah atau sentra oleh-oleh. Kombespol Ferdianto mengatakan, Polda Jatim sudah menyiapkan pengaturannya. “Tempat yang macet ini mungkin di pasar tumpah, kemudian nanti ada pasar tumpah itu ada beberapa metodenya. Untuk TB nya cara bertindak adalah nantinya membuat barikade-barikade sehingga pasar tumpah itu tidak benar-benar tumpah ke jalan” paparnya.

Sementara potensi macet pasca dibangunnya double track di Lamongan, sudah menjadi catatan tersendiri bagi Dirlantas Polda Jatim. “Kalau kita itung setiap 20 menit kereta lewat, palang pintu setiap tujuh menit juga tutup sehingga akan menambah volume kendaraan yang begitu padat di sana. Kemarin kita juga lihat memang ketinggian dari kedua rel kereta api itu agak turun sehingga sekarang sudah diperbaiki. Jadi ditimbun sehingga tidak menambah kecepatan yang terlalu rendah,”ujarnya.

Tim Samapta Bhayangkara (Sabhara) Polda Jatim jga akan diperbantukan di daerah rawan macet, sementara tim Brimob punya tugas sendiri. Kata Kombespol Ferdianto, Brimob akan kita tempatkan di tempat-tempat yang rawan kejahatan seperti di Jati Peteng itu rawan di daerah Tuban kemudian di Monumen Gubernur Suryo di Ngawi ditempatkan satu pleton personel.

“Kemudian di Baluran Banyuwangi yang agak rawan disana terdapat tanjakan yang jalanya panjang dan agak gelap. Kemudian di Gemitir, TTP 12, Gunung Gemitir perbatasan Jember dengan Banyuwangi. Kita tempatkan Brimob-brimob yang siap untuk mengantisipasi kejahatan dan perampokan disana”, paparnya.

Kombespol Ferdianto menambahkan, Polda sudah menyiapkan bantuan mata berupa CCTV di jalur mudik tahun ini. “Kita sudah menempatkan ada sekitar 184 tempat CCTV di lokasi – lokasi rawan kecelakaan dan rawan macet di seluruh jajaran Polda Jawa Timur.

Di samping itu Polda Jatim juga sudah menyiapkan kendaraan roda dua sebanyak 450 untuk bisa mengurai daerah-daerah yang rawan macet selama operasi ketupat yang akan dimulai pada 22 Juli-6 Agustus 2014 mendatang. (wan)

Related posts

Kemendes Revitalisasi Program Transmigrasi

Respati

TNI AL gagalkan penyeludupan 350 dos rokok ilegal di Aceh Utara

Erick Tunjuk Boy Robyanto jadi Dirut Pelindo III