Surabaya (mediakorannusantara.com) – Dalam evaluasi terbaru pasca Pemilihan Legislatif (Pileg) pada 14 Februari 2024, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mengakui adanya pergeseran persepsi publik terhadap partai berlogo banteng tersebut.
Hal itu diungkapkan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, MH Said Abdullah, usai menggelar acara buka bersama dan memberikan santunan anak yatim di kantor DPD PDI Perjuangan, Jatim, Kota Surabaya, Minggu (31/3/2024) malam.
Ia menyatakan bahwa partainya tersebut kini hanya memiliki dukungan sebesar 16 persen dari kelompok wong cilik. Ini menandakan adanya penurunan dari basis dukungan tradisionalnya.
“Itu artinya PDI Perjuangan dianggap oleh masyarakat, mulai meninggalkan pondasinya sebagai partai wong cilik,” kata Said Abdullah.
Untuk itu, Said menekankan bahwa PDI Perjuangan harus kembali ke jati dirinya sebagai partai wong cilik. “Kami tidak akan meninggalkan atau mengubah arah perjuangan kami,” tegas dia.
“Kami akan terus memperjuangkan kepentingan wong cilik, terutama mereka yang berada di bawah garis kemiskinan dan miskin ekstrem,” lanjut dia.
Menurut Said, hasil evaluasi ini didasarkan pada temuan dari berbagai lembaga survei. Dimana hasil survei menunjukkan jika hampir 28 persen pemilih PDI Perjuangan di Jawa Timur berasal dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU), yang mayoritas adalah wong cilik.
“Ketika digali lebih dalam, kawan-kawan Nahdlatul Ulama (NU) yang manakah yang memilih PDI Perjuangan, ternyata pada arah yang sama, memang wong cilik. Mau tidak mau, suka atau tidak suka brand kami ke depan itu PDI Perjuangan adalah partai wong cilik,” ucap dia.
Sementara ketika ditanya soal rencana pertemuan antara Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto, Said meminta publik bersabar menunggu hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK). Sebab, selama ini PDI Perjuangan tidak memiliki masalah ideologis atau politik dengan Partai Gerindra.
“Sehingga pertemuan antara Ibu Megawati, sebagai pemenang Pileg, dan Bapak Prabowo Subianto sebagai pemenang Pilpres, akan berlangsung dengan mudah. Insyaallah jauh sebelum pertemuan itu, nantinya akan didahului dengan pertemuan Mbak Puan Maharani, nanti setelah keputusan MK,” pungkas dia. (KN01)
