
Jakarta, mediakorannusantara.com-Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengumumkan bahwa sebanyak 255 unit kapal telah disiapkan secara nasional untuk mendukung kelancaran angkutan Lebaran 2026.
Langkah ini diambil guna menjamin keselamatan, kenyamanan, serta kelancaran mobilitas penumpang di berbagai lintas penyeberangan. Dalam keterangannya di Jakarta pada Rabu, Menhub merinci bahwa armada tersebut memiliki kapasitas angkut hingga 6,15 juta penumpang dan 770 ribu kendaraan yang tersebar di 15 lintas penyeberangan utama. “Terkait kesiapan angkutan penyeberangan secara nasional, Kementerian Perhubungan telah menyiapkan 255 unit kapal dengan kapasitas angkut 6,15 juta penumpang dan 770 ribu kendaraan melalui 15 lintas penyeberangan,” ujar Menhub.
Sebagai bagian dari strategi pengamanan moda transportasi laut, Kementerian Perhubungan menjalin kerja sama erat dengan sejumlah kepala daerah, termasuk Pemerintah Provinsi Lampung. Menhub menekankan bahwa Lampung memegang peran sangat strategis karena berfungsi sebagai gerbang masuk utama bagi masyarakat dari Pulau Jawa yang menuju berbagai provinsi di Sumatra. Berdasarkan data survei, Lampung masuk dalam lima besar provinsi tujuan favorit dari Jabodetabek dengan perkiraan pergerakan mencapai 778 ribu orang. Oleh karena itu, Pelabuhan Bakauheni diprediksi akan menjadi salah satu titik tersibuk secara nasional selama masa mudik dan balik.
Mengenai volume penumpang, Dudy menjelaskan bahwa Pelabuhan Bakauheni diprediksi akan melayani sekitar 813 ribu orang sebagai pelabuhan asal, sementara sebagai pelabuhan tujuan, angkanya melonjak hingga 2,94 juta orang. Ia mengingatkan bahwa beban di Bakauheni sangat bergantung pada arus dari Pelabuhan Merak, sehingga dibutuhkan manajemen operasional yang solid. “Karenanya, koordinasi dan sinergi dengan Pemprov Lampung menjadi fondasi penting dalam memastikan arus mudik maupun balik dari dan menuju Pulau Sumatera dapat berjalan aman, lancar, dan terkendali,” tegasnya. Beliau juga menambahkan bahwa penguatan pengamanan sangat krusial karena “butuh penguatan pengamanan dan manajemen operasional yang optimal guna memberikan keamanan, kelancaran, dan kenyamanan bagi para pemudik.”
Untuk mengantisipasi kepadatan di lintas Jawa-Sumatra, tersedia lima jalur penyeberangan utama mulai dari Merak-Bakauheni hingga jalur kontingensi di Panjang. Selain itu, pemerintah akan menerapkan delaying system atau sistem tunda di sekitar kawasan Pelabuhan Bakauheni yang tersebar di 10 titik zona penyangga (buffer zone), baik di jalur tol maupun arteri. Menhub menyebutkan bahwa area tersebut mencakup terminal, area parkir, hingga rumah makan. “Penerapan buffer zone akan memanfaatkan sejumlah lokasi seperti terminal, area parkir, hingga rumah makan,” kata Menhub. Ia pun berharap skema ini efektif dalam mengurai kemacetan sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk beristirahat. “Harapannya, selain dapat memecah kepadatan arus lalu lintas, penerapan delaying system ini juga bisa dimanfaatkan oleh pemudik untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan,” tutupnya.( aw/ar)
