Jakarta, mediakorannusantara.com-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian optimis Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara dominan dan maju pada tahun 2045 (Indonesia Emas 2045).
Keyakinan ini didasarkan pada modal strategis Indonesia:
Jumlah penduduk yang besar (lebih dari 280 juta jiwa) dengan angkatan kerja produktif mencapai 68,95%.
Wilayah yang luas dengan posisi geografis yang strategis di jalur perdagangan dunia.
Kekayaan sumber daya alam yang melimpah.
“Indonesia punya semua syarat menjadi negara maju. Penduduk besar, wilayah luas, dan sumber daya melimpah. Tinggal bagaimana kita mengelola SDM dan fiskal dengan baik,” ujar Tito dalam orasi ilmiah di Dies Natalis ke-65 Universitas Sriwijaya, Palembang.
Meski demikian, Mendagri menekankan pentingnya pengelolaan bonus demografi secara tepat. Angkatan kerja produktif harus dikapitalisasi agar tidak berubah menjadi beban, mengingat saat ini tingkat pengangguran terbuka masih 4,91% dan IPM baru 76,02.
Tito menegaskan bahwa kunci utama negara maju adalah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), bukan hanya kekayaan alam. Pendidikan dan inovasi sangat krusial. Dalam hal ini, perguruan tinggi memegang peran sentral sebagai pusat lahirnya SDM unggul. ( wa/ar)

