KORAN NUSANTARA
Hallo Nusantara Headline Nasional

Mendagri Akui Penanganan Bencana di Sumatera Belum Optimal, Janji Perbaiki Kinerja

Jakarta, mediakorannusantara.com – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa pemerintah sangat terbuka terhadap berbagai kritik dan masukan dari masyarakat terkait kinerja penanganan bencana yang melanda wilayah Sumatera dan Aceh.

Pernyataan ini disampaikan Tito sebagai respons atas munculnya ketidakpuasan publik, termasuk aksi pengibaran bendera putih oleh korban banjir dan longsor di Aceh yang menjadi simbol keputusasaan warga.

​Dalam keterangannya di Jakarta pada Sabtu, Tito secara terbuka mengakui adanya kekurangan serta kelemahan dalam proses penanggulangan darurat maupun pemulihan pascabencana. Ia menjelaskan bahwa medan yang berat dan berbagai keterbatasan teknis di lapangan menjadi tantangan utama yang menghambat efektivitas penanganan di wilayah terdampak.

Atas ketidakoptimalan tersebut, Tito menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena upaya pemerintah belum sepenuhnya memenuhi harapan para korban.

​Meskipun menghadapi kendala besar, Tito menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan kinerja secara berkelanjutan demi mempercepat pemenuhan kebutuhan darurat

.Ia menyatakan bahwa pemerintah memiliki kewajiban moral untuk tetap bekerja keras, mengatasi hambatan teknis, dan bergerak lebih cepat dalam membantu warga di Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.

​Lebih lanjut, Tito menekankan pentingnya soliditas dan solidaritas dari seluruh elemen bangsa dalam menghadapi masa sulit ini. Menurutnya, semangat gotong royong dan kemanusiaan adalah kunci utama untuk mempercepat proses pemulihan daerah.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi dan bantuan, serta mengajak masyarakat untuk tetap bersatu dalam bingkai kemanusiaan.

​Situasi kemanusiaan di Sumatera saat ini memang berada pada level yang sangat mengkhawatirkan. Berdasarkan data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 19 Desember 2025, total korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor telah mencapai 1.068 jiwa.

Selain itu, masih terdapat sekitar 190 orang yang dinyatakan hilang, sementara jumlah pengungsi membengkak hingga 577.600 jiwa yang kini tersebar di berbagai titik pengungsian di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.(wa/ar)

Related posts

Bus Rombongan Siswa SMPN 1 Pulokulon Grobogan Kecelakaan di Brebes, 4 Tewas, 14 Luka

redaksi

ASDP target 17 Pelabuhan Terapkan Pembayaran Cashless

Tokoh Pemuda Papua Kutuk Aksi Keji KKB

kornus