Surabaya (KN) – Memprihatinkan, keutuhan rumah tangga pasangan suami istri di Surabaya makin rentan berakhir dengan perceraian. Hal ini berdasar data pada tiga tahun terakhir yang menunjukan angka perceraian di Surabaya makin meningkat.
Menurut data di Dispendukcapil Surabaya, pada tahun 2010 ada 495 kasus perceraian, meningkat lagi pada 2011 sebanyak 593 kasus dan sampai Mei 2012 ini sebanyak 272 kasus. Mereka ini yang mencatatkan pernikahannya di Catatan Sipil.
Perceraian ini timbul karena berbagai alasan. Ada ketidakcocokan dengan pasangan sehingga mengakibatkan munculnya KDRT, selain itu juga karena faktor ekonomi yang ikut menjadi penyebab utama perceraian.
Anehnya lagi, Dispenduk Capil Surabaya menemukan fakta baru terkait kasus perceraian ini. Sebab ada data banyak terjadi perceraian pada bulan Oktober dan November. Dua bulan ini bisa dikatakan sebagai musim cerai.”Dua bulan ini paling sering terjadi perceraian,” kata Kabid Catatan Sipil Dispenduk Capil Surabaya, Endang Suryaningsih.
Yang juga mengherankan lagi adalah banyaknya permintaan akte perceraian di saat banyak artis Jakarta yang melakukan perceraian. “Apakah ini ada hubungannya atau tidak yang jelas datanya memang begitu,” ujar Endang.
Dengan banyaknya televisi nasional yang menayangkan berita perceraian secara luas memang memudahkan masyarakat untuk mengikuti perkembangan beritanya. Kabar perceraian pun gampang diakses secara mudah oleh masyarakat. (anto)
Foto : Ilustrasi perceraian
