Kabag Umum Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Timur, Ariful Bhuana, ditemui seusai menggelar kegiatan Setwan Learning Serieske-10, Jumat (4/9/2026).
Surabaya (mediakorannusantara.com) – Sekretariat DPRD (Setwan) Provinsi Jawa Timur terus mendorong peningkatan kapasitas dan kreativitas aparatur melalui kegiatan “Setwan Learning Series”. Memasuki seri ke-10, kegiatan tersebut mengangkat tema “Place Branding: Turning Opportunity into Public Impact”.
Kegiatan digelar secara daring dan luring di Gedung DPRD Jatim, Jalan Indrapura, Surabaya, Jumat (4/9/2026). Kegiatan ini menghadirkan pakar pemasaran dan branding nasional Hermawan Kartajaya sebagai pembicara.
Program pengembangan kapasitas aparatur ini digagas langsung oleh Sekretaris DPRD Jatim, Moch. Ali Kuncoro, yang hadir mendampingi jalannya kegiatan.
Foto bersama Ketua DPRD M. Musyafak Rouf (tengah) didampingi Sekretaris DPRD Jatim Moch. Ali Kuncoro beserta jajaran dan pakar pemasaran dan branding nasional Hermawan Kartajaya, dalam kegiatan Setwan Learning Series di Gedung DPRD Jatim,Jumat (4/9/2026)
Kegiatan Setwan Learning Series ini dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Jatim M. Musyafak Rouf, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jatim Pranaya Yudha Mahardhika, serta jajaran internal Sekretariat DPRD dan OPD Pemprov Jatim,
Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Timur, Ariful Bhuana mengatakan, Setwan Learning Series menjadi salah satu kegiatan yang dilaksanakan untuk mengisi agenda work from home (WFH) yang masih diberlakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Kali ini adalah yang ke-10, kita adakan kegiatan Setwan Learning Series. Ini adalah yang ke-10 kita mengambil tema yaitu place branding. Dimana di situ ada turning opportunity into public impact,” kata Ariful, Jumat (4/9/2026).
Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya diikuti jajaran Setwan DPRD Jatim. Setwan juga mengundang sejumlah Sekretariat DPRD kabupaten/kota serta organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jatim.
“Kita mengundang pembicara yang cukup terkenal, Pak Hermawan Kartajaya. Kita juga mengundang Sekretariat DPRD kabupaten/kota,” ujarnya.
Sebanyak 12 Sekretariat DPRD kabupaten/kota turut mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari Surabaya, Malang, Banyuwangi, Jember, Ponorogo, Ngawi, Gresik, Sampang, Lamongan, Probolinggo, Trenggalek, dan Blitar. “Jadi, ada 12 kabupaten/kota yang ikut dan dari OPD Pemprov (Jatim),” imbuhnya.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan dua metode, yakni tatap muka dan daring melalui platform Zoom. Skema tersebut memungkinkan peserta dari berbagai daerah tetap mengikuti materi yang diberikan.
“Jadi ada lewat daring, ada lewat luring. Jadi, kita ada tatap muka, ada yang lewat zoom juga,” jelasnya.
Ariful mengatakan, materi yang diberikan diharapkan dapat memperluas wawasan peserta, terutama dalam melihat peluang dan mengubahnya menjadi sesuatu yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Harapan kami di dalam proses kegiatan tersebut, kita bisa mendapatkan beberapa materi tentunya. Kebetulan materinya kelas nasional, dari Pak Hermawan tersebut. Sehingga kita bisa mendapatkan banyak hal. Salah satunya adalah bagaimana kita bisa menangkap peluang, mengubah menjadi dampak untuk publik,” tuturnya.
Selain menambah wawasan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendorong perubahan paradigma dan pola pikir para pegawai di lingkungan Setwan DPRD Jatim agar lebih mampu melihat peluang di tengah pelaksanaan tugas pemerintahan.
“Salah satunya yang bisa kita lakukan adalah merubah paradigma, cara berpikir, daripada staf atau seluruh karyawan karyawati di Sekretariat Dewan Provinsi Jawa Timur ini,” katanya.
Ariful mencontohkan keberadaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di lingkungan DPRD Jatim sebagai salah satu bentuk pemanfaatan peluang untuk memberikan dampak publik sekaligus membuka potensi pendapatan daerah.
“Kalau untuk yang skala Jawa Timur, contoh yang buat percontohan kita yaitu kita sudah punya SPKLU. Di mana SPKLU itu adalah stasiun pengisian listrik, mobil listrik ya, yang kita juga sudah ada di kantor kita, ini sebagai penghubung antara masyarakat dengan rumah rakyat,” ujarnya.
Menurut Ariful, keberadaan SPKLU menjadi salah satu bentuk upaya menjembatani kebutuhan masyarakat, khususnya pengguna kendaraan listrik. Terlebih, fasilitas serupa masih terbatas di wilayah utara Jawa Timur.
“Jadi, di wilayah utara ini sangat sedikit bahkan kemungkinan tidak ada SPKLU. Padahal masyarakat sudah banyak yang menggunakan mobil listrik. Otomatis peluang apa yang bisa kita jembatani di situ? Nah, salah satunya adalah seperti pemasangan SPKLU,” katanya.
Keberadaan SPKLU tersebut juga dinilai dapat menjadi proyek percontohan bagi OPD lain dalam memanfaatkan aset daerah untuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Dimana itu juga pilot project atau project percontohan buat OPD-OPD. Untuk apa? Di situ ada opportunity atau peluang meningkatkan PAD,” kata Ariful.
Ia menjelaskan, pemanfaatan aset tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan pihak yang menyediakan layanan SPKLU. Dengan skema tersebut, aset pemerintah daerah dapat dimanfaatkan sekaligus memberikan tambahan pendapatan.
“Nah, itu kan kerja sama dengan stakeholder yang mempunyai SPKLU. Nah, kita sewakan aset kita, penyedianya itu, terus PAD kita bisa ada tambahan dari sektor OPD,” ucap dia.
Ariful berharap pola tersebut dapat direplikasi di wilayah lain sehingga semakin banyak aset pemerintah yang dapat dimanfaatkan secara produktif.
“Nah, kalau OPD-OPD itu di wilayah-wilayah itu pasang sudah berapa PAD yang bisa masuk ke pemerintah daerah. Nah, itu salah satu bentuk contoh daripada peluang yang bisa kita tangkap,” katanya.
Ia menambahkan, materi place branding juga memberikan perspektif mengenai pentingnya membangun citra, baik secara personal maupun kelembagaan.
“Nah, tadi sudah banyak dijelaskan bagaimana kita melakukan branding-branding tersebut baik terhadap diri kita, maupun terhadap cara pandang oleh karyawan-karyawati kita. Jadi, acara tersebut adalah acara rutin kita di dalam mengisi WFH. Yang tadi itu adalah yang ke-10,” tuturnya.
Pihaknya juga memastikan kegiatan serupa akan terus dilaksanakan selama kebijakan WFH masih diberlakukan oleh Pemprov Jatim. “Ke depan kami selalu ada ketika WFH itu masih masih masih diberlakukan oleh pemerintah Provinsi Jawa Timur,” kata Ariful.
Ia menegaskan, Setwan Learning Series tidak sekadar menjadi kegiatan pengembangan kapasitas, tetapi juga menjadi ruang untuk memberikan motivasi kepada pegawai agar lebih aktif mengembangkan potensi diri.
“Jadi, meningkatkan diri bagaimana kita ini bisa mengaktualisasi diri kita untuk bisa lebih melihat apa sih peluang-peluang yang harus kita lakukan, terutama di cara pandang entrepreneurship,” ujarnya.
Menurut Ariful, semangat tersebut sejalan dengan tagline Jawa Timur melalui Gerbang Baru Nusantara, yang mendorong berbagai kegiatan positif serta pengembangan kreativitas.
“Jadi, ada Gerbang Baru Nusantara. Itu ada tagline-nya Jawa Timur dimana kita mengisi kegiatan-kegiatan yang positif, menangkap peluang-peluang yang ada. Untuk mengembangkan kreativitas seluruh karyawan,” katanya.
Sebagai diketahui, kegiatan Setwan Learning Series ke-10 tersebut diikuti seluruh staf Sekretariat DPRD Jatim. (KN01)
