Surabaya,mediakorannusantara.com- ‘ Penyelenggaraan Karnaval Hari Ulang Tahun ke-78 Republik Indonesia Minggu (20/8/2023) di Kampung Wonorejo 3 Tegalsari Surabaya diwarnai kostum bahan daur ulang atau Recycle Fashion Carnival (RFC)
Dalam karnaval tersebut menampilkan berbagai ragam kostum dengan bahan daur Ulang barang tak terpakai
Ada yang menggunakan kostum dari bahan tali rafia, tas kresek plastik, karung goni, botol bekas,mainan bekas, kaleng dan masih banyak yang lainnya
Susanti Ketua RW 05 Kelurahan Wonorejo Tegalsari Surabaya berharap kegiatan juga sekaligus kampanye pola hidup sehat dan cinta lingkungan serta kreatif daur ulang barang – barang bekas
” Salah satu penilaian event Karnaval ini kreatif daur Ulang bahan tak terpakai .” tuturnya
Dalam kesempatan sama Ketua Panitia Slamet Sarman menyatakan bahwa saat ini sudah saatnya masyarakat semakin sadar dan peduli terhadap lingkungan dengan memberikan berbagai cara lebih kreatif
“Moment Hari Ulang Tahun ke-78 Republik Indonesia menjadi cara cukup efektif mengkampanyekan gerakan hidup sehat, cinta lingkungan serta rangsang kreatifitas warga dengan berbagai event,” ujarnya
Sementara 500 lebih peserta karnaval dari warga RT1 – 9 tampak antusias. Mereka berkeliling dari Jalan Wonorejo 3 menuju jalan Kampung Malang Tengah memutar hingga ke arah Jalan Wonorejo 2 lanjut jalan kedungdoro memutar lagi masuk ke jalan wonorejo 3
“Alhamdullilah acara berjalan lancar peserta tetap kompak, tertib dan meriah.” Ujar sarman
Bahkan, sejumlah peserta juga rela tubuhnya dilukis ada yang mengenakan kostum alam dengan hiasan daun layaknya orang pedalaman
Ada pula emak-emak yang berkostum merah putih, kostum suku suku di kalimantan, papua , kostum hantu dengan bahan daur Ulang. Mereka tampak bahagia bagantian joget di atas panggung .
Ada juga yang menampilkan kreasi seperti marching band, Anak Stunting. Mereka tetap semangat berjalan meski rutenya cukup jauh.
Di tengah kegiatan karnaval bhineka tunggal ika tersebut, juga sempat dihadiri anggota DPRD Kota Surabaya, Dra Ec Hj Pertiwi Ayu Krishna yang turut mendukung adanya solidaritas warga berkarnaval.
“Saya kagum, antusias warga begitu luar biasa. Mereka guyup rukun kompak dan meriah. ” tuturnya
Kegiatan jalan sehat ini juga tak luput dari pengamanan anggota Koramil dan Kepolisian serta sinergi Karangtaruna
Tim keamanan dari Polrestabes Surabaya diwakili Polisi RW Aiptu Indra Gunawan, Babinkamtibmas Polsek Tegalsari Aiptu Joko Supriyanto serta Babinsa Koramil Tegalsari, Sertu Sudianto dan Peltu Jumali
Dalam kesempatan itu, Untia Ningsih salah satu ketua peserta beregu menerangkan, dirinya kaget saat kostum miliknya terpilih sebagai pemenang.
“Kostum saya terpilih jadi pemenang lomba. Kostum adat terdiri dari 8 orang, alhamdulillah juara 1,” katanya.
Senada juga diungkap Zubaedah yang berkreasi memanfaatkan tas kresek sebagai bahan untuk membuat kostim lomba.
“Kostum ini murni dari bahan daur ulang, plastik kresek bekas yang dirancang ikut lomba menjadi busana karnaval. Senang bisa dapat juara lomba ” ujarnya
Tak ketinggalan pertunjukan aksi seni koreografi gerakan pencak silat dari Aryasatya Maulana (11) dengsn segudang prestasi tingkat Nadional selama dua menit menghibur penonton dan peserta lomba karnaval. ( wan/man)









