
Sidoarjo, mediakorannusantara.com Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menegaskan saat ini seluruh pihak terkait fokus penanganan korban kejadian dugaan keracunan yang terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam Sidoarjo, Selasa (1/9).
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak usai mengunjungi korban dari kalangan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam Sidoarjo, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Notopuro Sidoarjo, Rabu (2/9), menyatakan bahwa saat ini seluruh pasien tertangani dengan baik oleh rumah sakit dan tenaga medis.
“Seluruh pasien tidak ditangani secara seragam, tetapi mendapatkan penanganan khusus sesuai kondisi medis masing-masing pasien,” kata Emil.
Emil menjelaskan, hingga Rabu pukul 00.30 WIB, sejumlah pasien telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya dinyatakan membaik oleh tim medis, sementara rumah sakit tetap bersiaga penuh dalam menangani kejadian tersebut.
Selain itu, Emil menjelaskan bahwa kejadian dugaan keracunan di Ponpes Manba’ul Hikam Sidoarjo tersebut juga terjadi di 18 lembaga pendidikan lain di hari yang sama yakni sejak Selasa (1/9) sore.
Santri Ponpes Manba’ul Hikam menjadi korban terbanyak dalam kejadian tersebut.
“Selain pesantren, terdapat sejumlah satuan pendidikan lain yang mengalami kejadian serupa dan seluruhnya memiliki kesamaan yakni menerima makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kali Tengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, pada Selasa (1/9),” katanya.
Emil menegaskan, operasional SPPG Kali Tengah dihentikan sementara oleh pemerintah, sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan evaluasi lebih lanjut atas penyebab kejadian tersebut.
“Pemerintah daerah juga akan melakukan pemantauan terhadap seluruh satuan pendidikan penerima manfaat, untuk memastikan tidak ada siswa atau santri yang mengalami gejala tetapi belum mendapatkan penanganan medis,” kata Emil.
Emil turut memastikan bahwa penanganan medis seluruh korban terdampak kejadian tersebut, baik di rumah sakit milik pemerintah maupun swasta, ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, menyatakan data terkini hingga Rabu (2/9) pukul 00.45, korban dugaan keracunan dari pihak Ponpes Manba’ul Hikam Sidoarjo berjumlah 424 santri, sementara 24 orang lainnya merupakan korban dugaan kejadian yang sama dari pihak di luar ponpes.
Dari jumlah tersebut, Lakhsmie menyebut 173 di antaranya telah diperbolehkan pulang usai mendapatkan penanganan medis.( wa/an)
