KORAN NUSANTARA
ekbis Hallo Nusantara Headline Nasional

Kementrans Dorong Pengembangan Usaha Kawasan Transmigrasi Berorientasi Pasar

Kementrans Dorong Pengembangan Usaha Kawasan Transmigrasi Berorientasi Pasar

JAKARTA, mediakorannusantara.com – Pengembangan usaha di kawasan transmigrasi perlu berorientasi pada pasar dan peningkatan pendapatan warga, menurut Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara pada Minggu, 25 Oktober 2026.

“Jangan hanya melihat apa yang bisa dibuat, tetapi juga siapa yang akan membeli dan bagaimana produk tersebut dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,” kata Menteri Iftitah dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, 25 Oktober 2026.

Salah satu langkah yang sejalan dengan hal tersebut adalah pembukaan peluang pasar baru oleh petani di Kawasan Transmigrasi Batu Betumpang, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung.

Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 1 IPB University menjajaki kerja sama pasokan sayuran ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulau Besar agar hasil pertanian warga memiliki peluang pembeli yang lebih pasti terhadap sayuran hasil panen petani.

Peluang tersebut dijajaki melalui kegiatan Farmer Field and Business School (FFBS) pertemuan ke-7 sekaligus panen di Demplot Trans-Organik, Desa Sumber Jaya Permai, beberapa waktu lalu.

Kegiatan ini dilakukan bersama 18 petani penggerak, di mana tim memanen 107 kilogram sayuran yang terdiri atas pakcoy, selada, bayam, dan kangkung.

Ketua TEP IPB University Suprehatin mengatakan petani perlu memahami kebutuhan pasar, mulai dari jenis sayuran, kualitas, jumlah hingga jadwal pengiriman.

Oleh karena itu, kegiatan pendampingan tidak hanya mengajarkan budidaya, tetapi juga cara menyortir, memilah berdasarkan kualitas, dan mengemas hasil panen.

“Transisi pertanian tidak cukup berhenti pada bagaimana petani menghasilkan produk yang lebih baik. Kita juga perlu memastikan produk tersebut memiliki akses pasar,” kata Suprehatin.

Selama ini, akses pasar dan harga yang tidak menentu menjadi tantangan bagi petani.

Pendampingan TEP membuka kesempatan bagi mereka untuk belajar menyiapkan hasil panen sesuai kebutuhan pembeli.

Melalui program Trans-Organik, TEP IPB University berharap petani Batu Betumpang dapat memperluas pasar, meningkatkan mutu sayuran, dan mengembangkan usaha pertanian yang memberi manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

“Adanya komunikasi dengan SPPG dan pedagang lokal memberikan harapan bagi pengembangan usaha hortikultura kami,” kata petani penggerak dari Desa Sumber Jaya Permai Ayik Sofyan.

(wa/an)

Related posts

KPK dalami dugaan Menhub titip Kontraktor di proyek DJKA

Social Distancing, Satpol PP Jatim Dibantu TNI-Polri Bubarkan Kerumunan Massa di Surabaya

kornus

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Melanda Surabaya, BMKG Sebut Ada Fenomena Awan CB dan La Nina

kornus