Jakarta (KN) – Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan mengakui jika pengelolaan Kebon Binatang Surabaya (KBS) sudah bermasalah sejak lama. Pengelolaan KBS dirasakan carut marut sejak beberapa tahun terakhir.Akibat carut marut tersebut, bahkan Zulkifli mengakui jika izin KBS sudah dicabut olehnya pada 2010. Pasalnya, dalam mengurus satwa-satwa pengelola KBS tidak profesional.
“Karena dulu ngurusnya nggak beres, satwa banyak yang mati. Karena banyak satwa yang kurus dan mati maka izinnya kami cabut, kami bekukan tidak boleh lagi,” ungkap Zulkifli di gedung KPK, Jakarta, Kamis (6/2/2014).
Meski demikian, Zulkifli mengakui bahwa sampai saat ini pihaknya memberikan izin sementara pengelolaan KBS. Izin sementara itu untuk memberikan kesempatan kesemua pihak yang mau mengelola KBS secara benar. “Sekarang kami kasih (izin) sementara karena masih tuntutan hukum, izin sementaranya ke siapa? Nanti kami cari orang-orang yang cinta kepada satwa, yang mengerti kaidah-kaidah konservasi,” imbuhnya.
Soal pemindahan satwa-satwa di KBS beberapa waktu terakhir oleh pengurus KBS, kata Zulkifli, lantaran overpupulasi di kebun binatang kebanggan Surabaya. Menurutnya, satwa-satwa yang dioper ke kebon binatang lain yang diizinkan pemerintah. “Itu bukan diambil tapi dititip. Karena satwa itu punya negara bukan punya kebun binatang. Bahwa nanti KBS memerlukan dan mau dipinjam lagi, itu dipersilakan, tukar menukar itu biasa,” ujarnya. (red)
Foto : Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan
