Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama Wagub Emil Elestianto Dardak dan Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin saat menghadiri acara Pengukuhan Ketua dan Pengurus PKK Provinsi Jawa Timur serta Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 Tahun 2025, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (21/5/2025).
Surabaya (mediakorannusantara.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader PKK yang telah berperan signifikan dalam menurunkan angka stunting di provinsi tersebut.
Hal itu disampaikan Gubernur Khofifah saat menghadiri acara Pengukuhan Ketua dan Pengurus PKK Provinsi Jawa Timur serta Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 Tahun 2025, yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (21/5/2025).
“Sekarang stunting di Jawa Timur terendah kedua, matur nuwun (terima kasih) semuanya. Paling rendah stunting di Bali, setelah Bali terendah kedua adalah Jawa Timur,” ujar Gubernur Khofifah dalam sambutannya.
Gubernur Khofifah menyebut, pencapaian tersebut bukan hal mudah, mengingat luas wilayah dan besarnya jumlah penduduk Jawa Timur. Ia mengapresiasi kolaborasi semua pihak, yang menurutnya telah membawa provinsi ini mencapai kemajuan signifikan dalam isu stunting.
“Tidak mudah bagi provinsi sebesar Jawa Timur dan karena panjengan semua bersinergi, berkolaborasi, maka kita bisa mencapai titik ini,” ujarnya.
Meski demikian, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa perjuangan menekan angka stunting belum selesai. Ia meminta upaya penurunan tetap dilanjutkan secara berkelanjutan. “Kita terus tetap menurunkan, menurunkan, menurunkan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya pola hidup bersih dan sehat (PHBS), pengelolaan sampah, serta program-program PKK lainnya dalam mendukung kualitas hidup masyarakat. Mantan Menteri Sosial (Mensos) RI ini mengingatkan bahwa kesehatan adalah bentuk investasi penting dalam kehidupan.
“Sehat itu investasi. Kapan kita melihat ada kawan, saudara, atau apa yang kemudian harus mendapatkan layanan kesehatan di rumah sakit, maka kita melihat betapa investasi kesehatan itu luar biasa,” ucapnya.
Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah juga menggarisbawahi terkait posisi kelembagaan PKK. Ia menegaskan bahwa PKK bukan sekadar mitra, melainkan bagian dari pemerintahan. Hal itu, kata dia, tercermin dari keberadaan PKK dalam DIPA pemerintahan desa dan peran historisnya dalam pembangunan masyarakat.
“Kalau tadi dalam sambutan itu saya sampai tanya kepada Pak Wagub dan Pak Sekda, PKK itu mitra atau bagian dari pemerintah? Karena dia ada di DIPA bangunan pemerintah desa, dan dari proses kesejarahannya, sesungguhnya PKK bukan mitra, PKK bagian dari pemerintah,” katanya.
Ia berharap semangat peringatan HKG PKK ke-53 tahun ini dapat terus menginspirasi kader PKK di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Bahkan, Gubenur Khofifah mengusulkan agar kegiatan HKG PKK dapat dirangkai hingga penutupan secara resmi di salah satu daerah yang berprestasi.
“Kalau misalnya nanti Bu Arumi (Ketua TP PKK Jatim) berkenan akan dilakukan semacam penutupan. Bahwa ada rangkaian dari Hari Kesatuan Gerak PKK di kabupaten mana, kabupaten itu mengambil kecamatan mana, kecamatan itu mengambil desa mana,” ucapnya.
Ia menyarankan agar penutupan kegiatan HKG PKK dilakukan di Pacitan, sebagai bentuk penghargaan kepada desa yang meraih prestasi, sekaligus momentum konsolidasi seluruh pengurus PKK se-Jawa Timur.
“Menurut saya ini akan menjadi referensi kita bersama. Dengan harapan bahwa yang dari Sumenep rawuh (datang), Banyuwangi rawuh, Tuban juga rawuh. Insyaallah pertemuan di Pacitan akan menjadi kekuatan dari kebersamaan, keberseiringan, sinergi dan kolaborasi semua keluarga besar Tim Penggerak PKK se-Jawa Timur,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Gubernur Khofifah kembali menyampaikan terima kasih atas dedikasi seluruh kader PKK se Jawa Timur. “Selamat bersama-sama kita menggerakkan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK di Tahun 2025,” tutupnya. (KN01)
