JAKARTA, mediakorannusantara.com – Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro “Ibas” Yudhoyono mendorong kesadaran masyarakat untuk mengolah sampah demi menjaga kelestarian lingkungan.
Dia menegaskan pengelolaan sampah bukan sekadar persoalan kebersihan, melainkan juga gerakan bersama menjaga keberlanjutan lingkungan, kesehatan masyarakat, hingga menggerakkan perekonomian.
“Kalau kita tidak mulai memikirkan pengelolaan sampah yang terpadu, yang mengutamakan kebersihan, kesehatan, dan kelestarian, lalu siapa lagi?” kata Ibas dalam keterangan diterima di Jakarta, Minggu (5/7/2026).
Dia menyoroti pengelolaan sampah melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Sidomakmur di Kelurahan Sidoharjo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Sampah rumah tangga diolah menjadi produk bernilai guna.
Menurut dia, langkah tersebut menjadi contoh nyata bahwa menjaga lingkungan dapat berjalan beriringan dengan upaya menggerakkan perekonomian baru berbasis masyarakat.
TPS 3R Sidomakmur mengelola sekitar lima ton sampah setiap hari. Pengelolaannya dijalankan secara swadaya oleh 14 orang, yang sebagian besar merupakan anggota karang taruna dan generasi muda.
Pengelolaan sampah tidak berhenti pada pemilahan. Sampah organik diolah menjadi pupuk organik dan maggot sebagai pakan budidaya lele yang turut mendukung rantai pasok program Makan Bergizi Gratis, sedangkan sampah anorganik dimanfaatkan kembali menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.
Menurut Ibas, inovasi tersebut merupakan bagian dari pengembangan ekonomi sirkular yang ke depan dapat terus didorong menuju pemanfaatan sampah sebagai sumber energi (waste-to-energy) dan berbagai inovasi ramah lingkungan lainnya.
“Saya bangga karena banyak generasi muda yang tidak malu turun tangan mengelola sampah. Mereka menjaga lingkungan sekaligus memperoleh penghasilan dan kesejahteraan,” katanya.
Pengelolaan sampah, imbuh dia, harus menjadi gerakan bersama yang dimulai dari tingkat desa. Apabila masyarakat tidak mulai memikirkan pengelolaan sampah yang terpadu, lingkungan lestari bagi generasi mendatang sulit diwujudkan.
Maka dari itu, Ibas mengajak seluruh masyarakat menjadikan budaya hidup bersih sebagai bagian dari karakter bangsa.
“Mari kita bangun budaya hidup bersih dan sehat sebagai bagian dari karakter bangsa. Orang Jawa punya ungkapan yang sangat baik, ‘Resik kuwi sehat, sehat kuwi berkah.’ Bersih itu sehat, sehat itu berkah,” tuturnya.(wa/an)
