KORAN NUSANTARA
Headline indeks Jatim

Hasil Survei The Republic Institute Catat 20,4 Persen Warga Jatim Tidak Mau Vaksin*

Surabaya (MediaKoranNusantara.com) – Hasil Survei The Republic Institute yang dirilis pada 10 Oktober 2021 mencatat, sekitar 20,4 persen warga Jawa Timur tidak mau divaksin. Sedangkan 27,9 persen warga tercatat belum menerima vaksin dan 47,6 persen lainnya sudah vaksin.

Direktur The Republic Institute, Sufyanto memaparkan, ada beberapa alasan yang membuat sebagian masyarakat Jatim tidak mau divaksin. Pertama, karena takut efek samping dari vaksin. Kedua, sebagian masyarakat masih ada yang belum percaya terhadap efektivitas vaksin dalam mencegah Covid-19.

“Hal ini terlihat dari masih banyaknya masyarakat yang meskipun sudah divaksin tetapi masih terkena Covid-19,” terang Sufyanto dalam siaran persnya yang diterima mediakorannusantara.com di Surabaya, Minggu (10/10/2021).

Sementara alasan ketiga, Sufyanto menyebut, ada stigma negatif masyarakat terhadap vaksin. Terutama, informasi terkait masyarakat setelah menerima vaksin kemudian meninggal yang diberitakan di media massa. Hal ini benar-benar telah menghantui masyarakat untuk mengikuti vaksin.

“Keempat, belum diundang atau belum ada sosialisasi terkait vaksinasi. Dan Kelima, ada beberapa masyarakat yang mau ikut vaksin, tetapi karena kondisi kesehatan,” jelas Dosen Politik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) ini.

Apabila berdasarkan tingkat pendidikan, hasil survei The Republic Institute juga mencatat, bahwa penerimaan dan kesadaran tertinggi mengikuti vaksin masih didominasi oleh kaum terpelajar yang memiliki akses informasi lebih luas.

Dengan rincian, Pendidikan Tinggi 76,6 persen, SLTA sederajat 65,3 persen, SLTP sederajat 48,3 persen, Sekolah non formal atau Pondok Pesantren 41,3 persen, SD sederajat 33,9 persen, dan tidak sekolah 13,1 persen.

Sebagai informasi, jenis penelitian yang dilakukan The Republic Institute tersebut, melalui teknik pengambilan multistage random sampling dengan jumlah sampel keseluruhan sebanyak 1.225 responden tersebar di 38 kabupaten/kota Jatim.

Sedangkan proses pengambilan sampel atau wawancara, dilakukan pada tanggal 1-13 September 2021 dengan margin oferror sebesar 2,8 persen. (KN01)

Foto : Ilustrasi Vaksinasi.

Related posts

Satpol PP Surabaya Intensifkan Patroli Ramadan, Jaga Ketertiban dan Kekhusyukan Ibadah

kornus

Peringati Hari Lahir Bung Karno, PDIP Surabaya Gelar Aksi Sosial

25 DPC Partai Demokrat Jatim Doakan Bayu Airlangga Sukses Fit Proper Test

kornus