KORAN NUSANTARA
Headline indeks Jatim

Gus Ipul : Resolusi Jihad Cara Bangkitkan Jiwa Perjuangan

gus-ipul-menyerahkan-secara-simbolis-cinderamata-dari-pbnu-kepada-pengasuh-ponpes-darussalam-banyuwangiBanyuwangi (KN) – Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf mengatakan, bahwa resolusi jihad merupakan cara dalam membangkitkan jiwa perjuangan kepada santri. Khususnya, terhadap perjuangan yang telah dilakukan oleh para pejuang dan kiai serta ulama dalam merebut kemerdekaan.Hal tersebut disampaikannya saat melepas Kirab Santri Resolusi Jihad dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 22 Oktober 2016 di Ponpes Darussalam Blok Agung, Genteng Kabupaten Banyuwangi, Kamis (13/10/2016).

Ia mengatakan, resolusi jihad yang dilakukan oleh santri ini merupakan bentuk perjuangan dan penghargaan kepada pejuang, kiai dan ulama yang telah berjuang di zaman penjajahan untuk merebut kemerdekaan Indonesia.

Gus Ipul sapaan akrab Saifullah Yusuf menjelaskan, Kirab Hari Santri ini di inisiasi oleh PBNU dalam mengobarkan semangat cinta tanah air. Menurutnya, penting untuk mengingat kirab dan resolusi jihad karena ingin meluruskan sejarah. Banyak masyarakat yang beranggapan, bahwa Indonesia merdeka dikarenakan pemberian dari penjajah. Padahal, fakta yang sebenarnya adalah murni perjuangan yang dilakukan oleh pejuang disertai peran besar kiai dan ulama.

“Setelah merdeka, banyak orang yang menyepelekan bahwa Indonesia merdeka bukan karena perjuangan, melainkan ada campur tangan dari penjajah. Akan tetapi, setelah ada pertempuran 10 Nopember dengan korban ratusan ribu barulah banyak masyarakat menyadari bahwa ada perjuangan dari pejuang, kiai dan ulama yang telah berjuang nyata,” tegasnya.

Sebelum melepas peserta kirab, Gus Ipul memberikan nasehat kepada santriwan/santriwati Ponpes Darussalam Banyuwangi. Nasehat tersebut diantaranya adalah, santri harus senantiasa mencintai Allah dan Rasulnya, guru dan orang tua, hingga kecintaan kepada tanah air. Kecintaan terhadap Allah dan rasulnya itu merupakan syarat bagi santri sehingga memperoleh bekal ilmu yang bermanfaat.

Santri juga harus membiasakan diri bersikap disiplin. Disiplin adalah salah satu cara guna meraih kesuksesan. “Orang yang sukses adalah yang dapat menghargai dirinya dengan waktu. Seorang santri yang dapat menghargai waktu dan disiplin, dialah orang yang sukses,” imbuhnya. (yo)

Related posts

Kementan Perbarui 0rganisme Pengganggu Cegah Hama- Penyakit Tumbuhan

Mendagri sebut Keamanan Penting untuk Pemilu dan Pilkada 2024

Jokowi Bagikan 8.564 KIP dan KIS di Banjarbaru

redaksi