Surabaya (KN) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, melalui Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertranduk) Jatim menyatakan pada kegiatan pameran bursa kerja atau Job Market Fair (JMF) 2014 kali ini telah menyediakan lowongan pekerjaan bagi kaum difabel (orang yang berkebutuhan khusus).“Saya hargai terutama untuk membantu pemerintah Jawa Timur menyediakan lowongan kerja, termasuk lowongan kerja bagi kaum difabel dan untuk mengurangi pengangguran,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim, Akhmad Sukardi, dalam acara Pameran Bursa Kerja ( Job Market Fair), di Islamic Center Surabaya, Selasa (3/6/2014).
Dia mengatakan, kegiatan pameran bursa kerja ini dilakukan untuk menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jatim. Selain itu, juga upaya dalam mengatasi masalah ketenagakerjaan di Jawa Timur.
Data proyeksi BPS Jatim tahun 2013, jelasnya, berpenduduk 38.363.200 jiwa dengan rincian sebanyak 18.925.000 orang laki-laki dan sebanyak 19.438.000 orang perempuan. Di sisi lain kondisi ketenagakerjaan di Jatim menurut data terbaru BPS per pebruari 2014, jumlah angkatan kerja sebanyak 20.717.770 orang, jika dibanding per agustus 2013 jumlah tersebut mengalami kenaikan 285.320 orang atau naik 255.570 orang jika dibanding per pebruari 2013.
Sementara, jumlah yang bekerja per pebruari 2014 sebanyak 19.885.390 orang atau naik 331.480 orang jika dibanding per agustus 2013 atau naik 231.540 orang per pebruari 2013. Sedangkan jumlah penganggur di jatim per pebruari 2014 sebanyak 832.380 orang (4.02 persen) atau TPT turun 0.28% dibanding per agustus 2013. jika dibanding per pebruari 2013, TPT di Jatim bertambah sedikit sebanyak 0.07 persen.
Menurutnya, gambaran data BPS di atas, secara umum menunjukan perkembangan pertumbuhan ekonomi dan kesempatan di Jatim yang ditunjukan atas bertambahnya kesempatan kerja dan penurunan TPT di Jatim. Akan tetapi, katanya, patut mendapat perhatian bersama adalah kualitas dan produktivitas tenaga kerja yang sudah bekerja selain tambahan kualitas angkatan kerja baru dari dunia pendidikan yang akan masuk pasar kerja.
Faktor lainnya, tambahnya, adalah kondisi hubungan industrial untuk bisa dijaga agar tidak berdampak terhadap penambahan jumlah penganggur. Di sisi lain, data BPS per pebruari 2014 berdasarkan struktur tenaga kerja, penyerapan tertinggi tenaga kerja di Jatim masih di sektor pertanian (36.86%), perdagangan (21.78 persen), industri (14.30 persen) dan jasa kemasyarakatan (14.24 persen).
Selain itu, lanjutnya, berdasar status pekerjaan, jumlah penduduk yang bekerja pada kegiatan formal dengan katagori berusaha dibantu buruh tetap dan katagori buruh atau karyawan sebanyak 6.82 juta orang (34.29 persen) naik sebanyak 298.670 orang dibanding Agustus 2013. Sementara, sisanya sebanyak 13.07 juta orang (65.71 persen) bekerja pada kegiatan informal.
“Berdasarkan sektor lapangan usaha, pertumbuhan penyerapan tenaga kerja tertinggi di Jawa Timur ada pada sektor perdagangan, rumah makan, jasa akomodasi dan jasa kemasyarakatan,” tuturnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, dalam mewujudkan visi RPJMD tahun 2014-2019 menuju terwujudnya Jatim lebih sejahtera, berkeadilan, mandiri, berdaya saing dan berakhlak maka beberapa upaya pemerintah untuk mengurangi pengangguran, dilakukan melalui peningkatan partisipasi angkatan kerja dan penyerapan tenaga kerja serta meningkatkan hubungan industrial yang harmonis.
Khusus pembanguan sektor ketenagakerjaan, katanya, perlu dilakukan secara holistik dan terpadu, dimulai dari sinergitas antara program hulu di dunia pendidikan dan program hilir di dunia kerja. Di samping itu, pembangunan ketenagakerjaan ditujukan pula pada upaya-upaya peningkatan ketrampilan dan produktivitas tenaga kerja serta penciptaan lapangan kerja dalam rangka optimalisasi penempatan di sektor formal dan pembentukan wirausaha baru di sektor informal, baik di pasar dalam negeri maupun ke luar negeri.
Dengan berbagai upaya di atas, dia mengharapkan, Jatim mampu menurunkan tingkat pengangguran dan memiliki kesiapan memasuki pasar bebas asean (Asean Economic Community) di tahun 2015. “Kita sadar masyarakat sangat membutuhkan upaya penyediaan lapangan kerja, yang tidak saja banyak, namun berkualitas, produktif juga layak dari segi kesejahteraan,” paparnya. (yo)
Foto : Sekdaprov Jatim Akhmad Sukardi,
