Surabaya (KN) – Tahun ini, Pemerintah Provinsi Jatim akan menggelar sistem Pilkada secara serentak 16 Kabupaten/Kota, yang akan digelar pada bulan Desember 2015 mendatang.Karena periode masa jabatan 16 kepala daerah di Jatim tersebut habis sebelum September 2015, maka perlu ditunjuk Plt. upati/Walikota. Khusunya Surabaya, Pakde Karwo, sapaan Gubernur Jatim ini mengaku kesulitan mencari calon pejabat eselon II yang akan ditunjuk sebagai Penjabat Plt. Walikota Surabaya, karena Risma, sapaan akrab Tri Rismaharini akan habis masa baktinya sebelum digelar Pilkada serentak. Hal itu dilakukan, karena rentang waktu masa jabatan seorang Plt kepala daerah 16 Kabupaten/Kota di Jatim sangat bervariasi, mulai dari tiga bulan, enam bulan, setahun, dan bahkan ada yang lebih dari setahun.
“Jika cuma tiga sampai enam bulan kan masih mungkin untuk didobel (rangkap jabatan). Tapi kalau setahun pasti tidak mungkin, harus profesional,” ungkapnya.
Selain Surabaya, kesulitan serupa juga akan terjadi saat menunjuk Plt.Bupati/Wali Kota di 15 daerah lain di Jatim yang tahun ini akan menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada).
Menurut Pakde Karwo, seorang Plt. Bupati/Wali Kota harus orang yang benar-benar paham pemerintahan. Selain menjadi pemimpin, seorang kepala daerah juga harus mengurusi masalah keuangan. “Jadi, terus terang saja ini memang sulit. Tidak gampang cari orang seperti itu,” ujarnya, Rabu (14/1/2015).
Untuk itu, dalam menunjuk Plt Bupati/Walikota, Gubernur akan menggunakan pertimbangan zoning wilayah dan berat atau ringan permasalahan yang dihadapi suatu wilayah, termasuk pertimbangan kondisi peta politik wilayah tersebut.
Sementara dilingkungan Pemprov Jatim beredar nama Asisten II Sekdaprov Jatim Bidang Ekonomi Pembangunan Hadi Prasetyo yang berpeluang ditunjuk menjadi Plt. Walikota Surabaya menggantikan Risma.
Sayangnya, mantan Bapeda Pemprov Jatim itu hingga Kamis (13/1/2015) petang kemarin belum berhasil dikonfirmasi terkait kabar tersebut. (anto)
