Surabaya (KN) – Pembangunan-pembangunan yang kini harus diselesaikan Jawa Timur, antara lain pembangunan infrastruktur jalan, bandara, pelabuhan, dan rel ganda kereta api Jakarta-Surabaya. Pembangunan infrastruktur tersebut berangkat dari disahkannya peraturan perundangan, yakni peraturan gubernur (Pergub) dan peraturan daerah (Perda) yang kini perlu dibenahi dan dievaluasi.
Setelah peraturan pergub dan perda dievaluasi, maka dilanjutkn pembangunan infrastruktur pelabuhan udara atau bandara Juada 1 yang ditarget selesai pada 2018. Pelabuhan Juanda 1 yang rencananya dilengkapi dengan hotel serta industri perhiasan terkemuka di Jawa Timur akan dibangun seperti Kota Bandara yang ada di Korea Selatan yang mampu menampung 35-40 juta penumpang per tahunnya.
“Diharapkan Bandara Juanda I dan 2 akan selesai dikerjakan seluruhnya pada pada 2025-2030 mendatang,” kata Gubernur Jawa Timur Soekarwo, saat memimpin apel pagi hari pertama masuk kerja usai libur Lebaran 2014 di Halaman Kantor Gubernur Jl Pahlawan Surabaya, Senin (4/8/2014).
Selain Bandara Juanda, yang juga dikerjakan adalah pelabuhan Udara di Pulau Bawean Gresik dan Sumenep. Untuk proyek ini, diharapkan kepastian pengoperasian penerbangan menggunakan pesawat Garuda tipe ATR 600.
Begitu pun untuk pelabuhan udara Blimbingsari Jember juga diperlancar pengoperasiannya. Dengan dioperasikannya beberapa bandara di Jawa Timur diharapkan beredampak pada biaya transportasi yang murah.
Untuk proyek doble track atau rel ganda Jakarta-Surabaya, Surabaya-Solo dan Surabaya Malang, kata Gubernur, pembangunannya diperkirakan akan selesai pada 2017. Dengan selesainya pembangunan tersebut perjalanan container lebih cepat dan tidak merusak jalan.
Selain itu ditambah dengan pembangunan trans Jawa yang hampir selesai. Di Jawa Timur masih tersisa di Gresik dimana pembebasan lahan masih terkendala. Yang hampir selesai pembangunan jalan tol di Jawa Timur adalah Surabaya-Pandaan dan Pandaan-Lawang –Purwasari.
Dengan selesainya pembangunan infrastruktur dan percepatan pelayanan izin-izin diharap mampu meningkatkan investasi PMA dan menjadikan citra Jawa Timur terus meningkat di mata para investor luar negeri.
Lelang Jabatan
Pada kesempatan apel pagi itu, Gubernur menyatakan jika tahun 2015 nanti akan dimulai lelang promosi jabatan. Hal ini akan dilakukan secara tertutup tetapi mencari pejabat di lingkungannya sendiri. Tetapi dalam seleksi tersebut bukan semata mengedepankan kualitas intektual tetapi juga akan ditelusuri track record nya. Yakni mulai dari bobot, bibit dan bebetnya atau asalnya dari keluarga apa calon pejabat tersebut.
Pada apel pagi tersebut juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, Sekda Provinsi Jatim Ahmad Sukardi dan para PNS di lingkungan Pemprov Jawa Timur. (yo)
