Lamongan (MediaKoranNusantara.com) – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa secara resmi membuka program Karya Bakti TNI AL 2019 di Kabupaten Lamongan. Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni menysar 84 unit rumah di Lamongan. Ikut mendampingi Khofifah, Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal V), Koarmada II, Laksamana Pertama TNI Tedjo Sukmono, Bupati Lamongan Fadeli dan Wakil Bupati Lamongan Kartika.Program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) merupakan kerjasama dengan Pemprov Jatim bersama Lantamal V, sebanyak 867 unit rumah yang warga Jatim yang akan menjadi sasaran. “Diantaranya di Kabupaten Lamongan ada 84 unit rumah,” ungkap Tedjo Sukmono. Rabu (21/8/2019).
Rinciannya, program RTLH tersebar di beberapa kota di Jatim, diantaranya Probolinggo 60 unit, Pasuruan 100, Lamongan 84 unit, Tuban 26 unit, Bangkalan 31 unit, Sampang 10 unit, Pamekasan 159 unit, Banyuwangi 115 unit, Situbondo 65 unit, Jember 30 unit, Malang 25 unit, Trenggalek 50 unit, Tulungagung 32 unit, Blitar 30 unit serta Pacitan 50 unit. “Dengan harapan semoga bermanfaat dan bisa meningkatkan pembangunan di Jatim,” ujar Danlantamal V baru yang menggantikan pejabat sebelumnya Laksamana TNI Edwin, S.H.,M.Han
Hal senada juga disampaikan Gubernur Jatim, Hj. Khofifah Indar Parawansa. Dikatakannya, maksud dan harapan adanya program RTLH bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat Jatim, sehingga ke depan masyarakat bisa lebih sejahtera demi pemerataan pembangunan di Jawa Timur.
“Harapan kami, bisa meningkatkan IPM masyarakat Jatim dan bisa mereduksi stunting, serta nyaman, sehat untuk keluarga di saat ibadah, anak anak belajar tidak terganggu dengan kebocoran di saat hujan, agar saudara saudara kita bisa memiliki arti kenyamanan dan kesetaraan dengan masyarakat pada umumnya,” ujar Khofifah.
Program ini menjadi bagian penting yang tidak hanya sekedar merenovasi supaya rumah itu layak huni tapi lebih penting dari itu menjadi rumah sehat. Baiti jannati, rumahku surgaku,” kata Khofifah, saat membuka Kegiatan Karya Bakti TNI AL dalam Rangka Pelaksanaan Renovasi RTLH Tahun 2019 di Alun-alun Lamongan.
Dengan demikian, kata Khofifah, program renovasi RLTH ini menjadi bagian dari penuntasan stunting di Jawa Timur. Karena menurutnya, persoalan stunting tidak hanya persoalan asupan gizi, namun juga soal hidup sehat.
“Proses untuk mengurangi stunting ternyata harus dimulai dari tidak sekedar hanya gizinya, juga dari rumah yang sehat dan MCK yang sehat berbasis rumah tangga bukan MCK komunal,” ujarnya.
Khofifah menambahkan, selain mendukung penuntasan stunting di Jawa Timur, renovasi RTLH juga akan menjadi satu kesatuan untuk meningkatkan IPM Jatim agar bisa mewujudkan Jatim Sejahtera. “Kesejahteraan masyarakat ini pintunya banyak sekali ada yang lewat rumah supaya layak huni dan sehat, ada yang lewat pendidikan, UKM dan seterusnya,” tuturnya.
Merenovasi rumah menjadi layak huni menurut Gubernur yang juga mantan Menteri Sosial ini, banyak multiplier effect-nya. Sebab dengan direnovasi menjadi layak huni, maka MCK rumah tersebut menjadi lebih baik karena tidak lagi menggunakan MCK komunal. Hal ini menjadi salah satu upaya memerangi stunting.
“Hari ini kita masih punya problem stunting. Satu hal yang harus dilakukan untuk mengurangi stunting bukan hanya memperbaiki asupan gizinya, tapi juga menjadikan rumah tinggalnya sehat. Termasuk rumah sehat adalah rumah yang MCK-nya berbasis rumah tangga bukan komunal,” tegasnya.
Oleh sebab itu gubernur yang juga pernah menjabat sebagai Kepala BKKBN ini menegaskan, renovasi 867 rumah tak layak huni di Jatim dengan hibah anggaran Rp 10 miliar ini adalah kesatuan upaya peningkatan IPM Jawa Timur.
Di sisi lain, Komandan Lantamal V Laksamana Pertama TNI Tedjo Sukmono mengatakan ada kriteria rumah yang mendapatkan bantuan renovasi ini. Rumah harus yang masih berlantai tanah, dinding dari bilik bambu dengan atap rumbia atau daun kelapa dan, tidak memiliki pekerjaan tetap, serta janda atau jompo.
“Dengan adanya program ini, diharapkan tidak hanya akan menunjang masyarakat dalam pemerataan pembangunan di wilayah Jawa Timur ini. Tapi juga warga bisa memiliki hunian yang lebih layak dan bersih guna mendukung kesehatan masyarakat,” ungkapnya. (KN04)
Foto : Gubernur Jatim Didampingi Bupati Lamongan & Danlantamal V Nempel No. Rumah Milik warga RT 05 RW 04 Sukomulyo, Lamongan yang sudah di Renovasi
