Surabaya (KN) – Kawasan Jl Tunjungan sudah menjadi ikon Kota Surabaya sejak zaman dahulu. Banyak bangunan cagar budaya yang menjadi saksi bisu perkembangan Kota Pahlawan. Seiring berjalannya waktu, Kawasan Tunjungan kini menjelma menjadi sentra perdagangan di pusat kota.Pemerintah Kota Surabaya menempuh sejumlah upaya guna mendongkrak rasa kecintaan warga akan Jl Tunjungan. Car Free Day (CFD) atau hari tanpa kendaraan bermotor ditingkatkan intensitasnya. Tahun ini CFD diselenggarakan tiap minggu, sebelumnya hanya setiap minggu pertama dan kedua saja.
Tak hanya itu, kini pemkot juga menggelar Festival Makanan Rakyat (FMR) di Jl. Tanjung Anom, yang juga termasuk kawasan Tunjungan. FMR pertama kali dibuka oleh Wali Kota Tri Rismaharini pada Minggu (3/2/2013) lalu. Rencananya, FMR bakal diadakan rutin bebarengan dengan jadwal CFD Jl. Tunjungan, setiap Minggu mulai pukul 06.00-09.00 WIB.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Surabaya Hadi Mulyono menyatakan, sedikitnya 40 UMKM binaan pemkot siap menawarkan aneka makanan rakyat. Beragam menu yang bisa dijumpai antara lain aneka jajanan pasar, kue basah, nasi pecel, sate kelapa, lontong cap gomeh, lontong mie, dsb. Tak ketinggalan aneka minuman seperti sinom, beras kencur, sirup rosela, es sarang burung, serta sejumlah minuman dan camilan lainnya.
Hadi mengungkapkan, dari penyelenggaraan pertama pihaknya telah melakukan evaluasi dan menerima banyak masukan. Salah satu yang menjadi perhatian yakni jenis makanan yang disempurnakan. “Yang jelas, pada Minggu tanggal 24 Februari nanti, ragam makanan di FMR pasti lebih banyak. Jadi semakin banyak pilihan bagi warga yang datang,” katanya.
Dia mengakui masih banyak warga yang belum mengetahui adanya FMR ini. Menurut Hadi, bisa jadi karena festival kuliner ini relatif baru. Untuk lebih meningkatkan minat masyarakat, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan ikut ambil bagian berupa event penunjang pertunjukan seni. “Untuk FMR Minggu besok tanggal 24 Februari, kami sudah menyiapkan pertunjukan Reog untuk menghibur para pengunjung,” imbuh pejabat berkumis tebal ini.
Terpisah, Kabag Humas Pemkot Surabaya Nanis Chairani menyatakan, tujuan diadakannya event semacam ini adalah untuk membangun image kawasan Tunjungan. Dia menuturkan, saat ini pemkot memang tengah berupaya mengembalikan kejayaan Tunjungan.
“Agar tak sebatas dikenal lewat syair lagu saja, maka dari itu harus benar-benar dioptimalkan. Kami berharap masyarakat bisa berdatangan dan menikmati FMR sehingga muncul kecintaan serta rasa memiliki Jl. Tunjungan ini,” tandasnya. (anto)
Foto : Vestifal makanan rakyat
