KORAN NUSANTARA
Headline Jatim

Dinkes Pamekasan ingatkan Warga Antisipasi penyikt Demam Berdarah

 

Pamekasan,mediakorannusantara.com- – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan, Jawa Timur Farid Anwar menyatakan, penyakit demam berdarah (DB) merupakan jenis penyakit yang perlu diantisipasi saat pergantian musim atau pancaroba.

“Selain DB, jenis penyakit yang biasa terjadi saat pancaroba adalah pilek dan batuk,” kata Farid di Pamekasan, Senin.28/10

Untuk penyakit batuk pilek ini, terjadi karena penyesuaian kondisi dari panas ke dingin, dan jenis penyakit ini bisa dicegah dengan asupan gizi yang seimbang.

Selain itu, perlu diwaspadai dan diperhatikan secara serius, menurut Farid adalah penyakit demam berdarah.

Ia menjelaskan, pencegahannya jenis penyakit ini, bisa dilakukan dengan membasmi jentik nyamuk aedes agypti di tiap-tiap rumah warga, dengan melakukan PSN-3M plus. Antara lain dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan menguras, menutup tempat sarang nyamuk dan memanfaatkan kembali barang seperti gelas air meneral.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan agar tiap rumah, ada juru pemantau jentik (jumantik

Menurut Farid, pihaknya juga telah menyampaikan imbauan kepada para petugas di masing-masing puskesmas di Pamekasan agar melakukan sosialisasi dan upaya-upaya pencegahan penyakit DB dengan melakukan siaran keliling.

Selanjutnya, petugas puskesmas sebagai pemegang program DB hendaknya melaporkan hasil pemeriksaan. Semisal berapa jumlah desa di Pamekasan yang sudah bebas jentik.

Menurut Plt Kepala Dinkes Farid Anwar, dalam upaya pencegahan penyakit demam berdarah ini, perlu peran serta masyarakat. Diantaranya, dalam satu rumah harus ada satu orang juru pemantau jentik (jumantik), dan harus melakukan PSN 3M plus.

“Ketiga, para petugas kami minta untuk proaktif membawa pasien dengan panas tinggi apalagi ada perdarahan seperti mimisan, bintik-bintik merah di kulit ke sarana pelayanan terdekat seperti puskesmas,” katanya menjelaskan.

Sementara itu berdasarkan tahun 2018, di Kabupaten Pamekasan ada lima kecamatan yang warganya rawan terserang demam berdarah dengue. Kelima kecamatan tersebut masing-masing Kecamatan Tlanakan, Pademawu, Palengaan, Pasean, dan Kecamatan Kota Pamekasan. (wan/an)

Related posts

Wali Kota Eri Targetkan Hasil Urban Farming Warga Penuhi 60 Persen Kebutuhan Pangan Surabaya

kornus

Perhatikan Para Medis, Pemkot Terus Kirim APD ke Berbagai Rumah Sakit di Surabaya

kornus

Kapuskersin TNI Pimpin International Gathering Military Attaché Corps Indonesia

kornus