KORAN NUSANTARA
Headline hukum kriminal indeks

Diduga Kasus Suap, Tim KPK Menggeledah dan Menyegel Ruang Kerja Komisi dan Ruang Ketua Komisi B DPRD Jatim

Surabaya (KN) – Ruangan kerja Komisi B DPRD dan ruang Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur di Jl Indrapura, Surabaya digeledah dan disegel Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam penggeledahan tersebut, ada tiga orang staf pegawai Skretariat DPRD Jawa Timur ikut diamankan KPK. Setelah beberapa sat mengegeledah ruang Komisi B, penyidik KPK juga juga menggeledah ruang kerja Ketua Komisi B Moch Basuki Sutjipto di lantai dua gedung DPRD Jatim, penggeledahan dilakukan KPK sekitar pukul 14.00 Wib.

Informasi yang dihimpun, siang itu lima orang petugas dari KPK langsung memasuki ruangan Komisi B. Informasi dari pegawai sekretarian DPRD Jatim, Suyanto di dalam ruangan ada tiga orang staf dan disuruh keluar ruangan, belakangan salah seorang tersebut adalah staf Ketua Komisi B. Belum didapat kepastian, penggeledahan ruangan tersebut terkait kasus apa terhadap Komisi B DPRD Jawa Timur.

Kepada wartawan, Sekretaris DPD Partai Gerindra Jawa Timur Anwar Sadad yang juga anggota Komisi C DPRD Jawa Timur saat dimintai konfirmasi soal penggeledahan oleh petugas KPK di ruangan Komisi B, mengaku belum mengetahui perihal tersebut.
“Sepertinya itu benar foto ruangan Komisi B. Tapi itu ruangan pimpinan Komisi B, belum tentu terkait Pak Basuki. Pimpinan Komisi B itu ada dua, dari Gerindra itu Pak Basuki, dari PKB ada Bu Anik Maslachah,” ucap Anwar Sadat.

Dikatakan, dirinya juga mengaku kalau hingga saat ini belum berhasil menghubungi rekan separtainya Basuki Sutjipto tersebut.
Sementara, anggota Komisi B DPRD Jawa Timur lainnya Agus Maimun dikonfirmasi terpisah, juga mengatakan tidak mengetahui perihal penggeledahan tersebut. “Saya akan cek dulu kebenarannya,” tutur Agus Maimun.

Hingga saat ini belum ada yang mengetahui keberadaan Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur Basuki Sutjipto, yang juga mantan Ketua DPRD Kota Surabaya periode 1999-2014 tersebut. Serta kasus apa yang tengah dihadapi, sehingga petugas KPK melakukan penggeledahan di ruang kerjanya.

Sementara, pasca penyegelan, pintu ruangan Komisi B DPRD, dipadati puluhan wartawan untuk mengabadikan gambar ruangan yang disegel dan ditempel stiker bertuliskan KPK. Sejumlah wartawan televisi juga mengabadikan ruangan dalam dengan memanjat kursi, tampak didalam ruangan pesawat televisi yang ada masih terlihat menyala, belum sempat dimatikan.

Sementara, di Jakarta, juru bicara KPK Febri membenarkan jika KPK telah melakukan penggeledahan ruangan Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur Basuki Sutjipto. “Benar, tadi memang kita dapat informasi ada kegiatan tim KPK di Jawa Timur. Kegiatan tersebut persisnya dalam konteks apa akan di-update lebih lanjut,” ujar Febri.

Ditambahkan, tentu kegiatan tersebut berkaitan dengan wewenang petugas KPK di Bidang Penindakan. “Itu informasi yang kita dapatkan tadi tim yang bergerak di Jatim, tapi kami harus lengkapi informasinya, apa yang terjadi di sana secara persis, karena kami masih berkomunikasi dengan tim yang ada di lapangan,” terangnya.

Nanti akan disampaikan lebih lanjut apakah yang terjadi di Jatim OTT atau kegiatan lain secara lengkap, nanti. Tentu, yang jelas itu berkaitan dengan kewenangan KPK, terkait dengan penyelenggaraan negara, dan sebagainya,” terangnya.

Sementara itu, Senin (5/6/2016) petang tadi, Ketua KPK Agus Rahardjo yang dihubungi wartawan mengatakan penangkapan anggota DPRD Jawa Timur, berhubungan dengan kasus suap.

Dugaan suap yang dimaksud adalah, karena wakil rakyat dari DPRD Jawa Timur tersebut meminta uang ke dinas-dinas di Pemerintah Provinsi Jawa Timur. “DPRD Jatim minta setoran ke dinas-dinas,” kata Agus Rahardjo.

Namun, sejauh mana proses permintaan setoran itu, Agus tidak memberikan penjelasan secara rinci, lantaran masih menunggu laporan dari tim penyidik. Agus juga belum membeberkan berapa jumlah uang yang turut diamankan dalam penangkapan tersebut.
Jika benar yang dilakukan oleh wakil rakyat di DPRD Jawa Timur itu benar, yakni meminta setoran kepada dinas-dinas di lingkungan Pemerintahan Provinsi Jawa Timur, tentu itu sangat memalukan dan mencoreng kewibawaan wakil rakyat di Provinsi Jatim tersebut. (wan)

Related posts

Puspen TNI Gelar Media Gathering Peringatan ke-69 Hari TNI Tahun 2014

kornus

Jokowi : Sekarang urusan capres dan cawapres, saya bertanya PPP ini calonnya siapa sih?

Tinjau Banjir Sidoarjo Gus Ipul Perhatikan Kesehatan Masyarakat

kornus