Surabaya (KN) – Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan (KJPL) Indonesia menyoal pelaksanaan program penanaman mangrove di Pantai Timur Surabaya, yang diduga sering disalahgunakan oknum Dinas Pertanian Pemkot Surabaya.Kondisi ini disampaikan Muhammad Khoirul Rijal Sekretaris KJPL Indonesia, di sela pelaksanaan penanaman mangrove bersama para aktifis lingkungan, di Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya), Minggu (20/10/2013).
Menurut Rijal, dari beberapa kali pelaksanaan program tanam mangrove yang digelar masyarakat, mulai dari perusahaan swasta dan masyarakat umum bahkan aktifis lingkungan, sering kali pohon mangrove yang ditanam, jumlahnya tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
“Dari pantauan dan penelusuran Tim KJPL Indonesia di lapangan, setiap ada kegiatan penanaman mangrove yang di gelar beberapa perusaahaan lewat program CSR-nya atau instasi lain, ternyata jumlah mangrove yang ditanam tidak sesuai dengan kenyataan,” ujar Rijal.
Sesudah ditelusuri, ternyata banyak perusahaan dan instansi yang mengaku kecewa, waktu melakukan penanaman mangrove khususnya yang difasilitasi Dinas Pertanian Pemkot Surabaya. “Kekecewaan itu, selain karena sering kurangnya jumlah bibit yang ditanam, juga banyak bibit yang mati tapi tidak disulam atau ditanami lagi dengan bibit pengganti yang sudah disiapkan instansi atau lembaga yang melakukan penanaman awal,” paparnya.
Padahal setiap proses penanaman, selalu ada istilah bibit pengganti, yang disiapkan khusus untuk mengganti bibit yang mati, kalau gagal tanam. “Dengan kondisi itu dipastikan, ada dugaan ketidakberesan di Dinas Pertanian Surabaya, khususnya pada oknum Dinas Pertanian yang sering bertugas di Kawasan Pamurbaya,” paparnya.
Dengan temuan dan pantauan Tim KJPL Indonesia, dia mengajak seluruh masyarakat dan institusi dimanapun, untuk menghentikan sementara atau melakukan moratorium penanaman mangrove di Kawasan Pantai Timur Surabaya.
“Kami melakukan kampanye ini bukan karena kami tidak peduli lingkungan, tapi kami menduga banyak penyimpangan yang dilakukan Dinas Pertanian Pemkot Surabaya, dalam setiap kali pelaksanaan penanaman mangrove di Pamurbaya,” tegasnya.
Selain itu, kalau selama ini program penanaman mangrove dilakukan serius dan tidak disalahgunakan, kondisi Pantai Timur Surabaya tidak seperti sekarang, terang Rijal, sambil menunjukkan kondisi mangrove yang rusak di Pamurbaya.
“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan terus, karena yang akan dirugikan tidak Pemkot Surabaya saja, tapi warga Surabaya dan masyarakat yang peduli pada lingkungan juga dirugikan hanya karena ulah oknum Dinas Pertanian di Pemkot Surabaya,” tukasnya. (anto)
