Surabaya (MediaKoranNusantara.com) – Situs milik bank plat merah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur di laman bankjatim.co.id, diduga mengalami kebocoran database. Bahkan, berbagai data sensitif milik Bank Jatim juga terindikasi diperjualkanbelikan di situs gelap RaidForums sejak Rabu, (20/10/2021).
Dari hasil penelusuran media ini dalam situs RaidForums.com pada Jum’at (22/10/2021) siang, database yang diduga milik Bank Jatim itu dijual oleh akun dengan username bl4ckt0r dengan harga $250.000 atau sekitar Rp3,5 miliar.
Dalam postingannya itu, pelaku juga menyebutkan, bahwa data yang dijual sebesar 378 GB itu, berisi sebanyak 259 database, 136 WAs, serta 2 MAs. Juga beserta data-data sensitif lain seperti data nasabah, data karyawan, data keuangan pribadi, dan sebagainya.
Menanggapi hal tersebut, Direktur TI & Operasi Bank Jatim Tonny Prasetyo menyatakan, bahwa data nasabah dipastikan aman seiring dengan beredarnya informasi database Bank Jatim bocor. Saat ini, pihaknya telah bergerak cepat dan melakukan proses investigasi dan analisis forensik untuk mengkaji lebih dalam terkait informasi tersebut.
“Hasil penelusuran awal mengindikasikan bahwa pelaku kejahatan cyber melakukan intrusi pada sistem aplikasi pendukung, bukan pada Core System bankjatim. Dengan kata lain, integritas data nasabah tetap terjaga dan para nasabah Bank Jatim bisa tetap tenang untuk melakukan transaksi keuangan perbankan,” jelas Tonny dalam keterangan resminya yang diterima mediakorannusantara.com,” Jum’at (22/10/2021).
Dengan adanya berita tersebut, Tonny juga memastikan, bahwa operasional dan layanan Bank Jatim tidak terdapat permasalahan dan tetap berjalan normal.
“Bank Jatim juga terus menerus melakukan peningkatan perlindungan data perseroan agar tidak rentan terhadap kejahatan cyber, ungkap Tonny.
Di samping itu, Bank Jatim juga memastikan bahwa Nasabah tetap dapat memanfaatkan layanan e-channel bankjatim seperti JConnect mobile banking dan JConnect internet banking untuk melakukan transaksi keuangan perbankan dengan cepat, mudah, dan aman.
Di sisi lain, selama ini Bank Jatim juga telah melakukan mitigasi risiko terhadap serangan siber melalui kerjasama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk menerapkan standar pengamanan sistem informasi.
Bahkan saat ini, bankjatim sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak yang terkait untuk proses investigasi dan penyelesaian masalah tersebut. Selanjutnya, bankjatim akan berkoordinasi dengan para nasabah untuk memastikan layanan kepada nasabah tetap dapat dilakukan tanpa gangguan. (KN01)
Foto : Ilustrasi
