KORAN NUSANTARA
Hallo Nusantara Headline Nasional

BGN dan Kemendikdasmen Perkuat Literasi Gizi dan Keamanan Pangan Guru untuk Sukseskan MBG

Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN Mariman Darto

Jakarta,mediakorannusantara.com – Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkolaborasi meningkatkan literasi gizi dan keamanan pangan bagi guru dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari upaya mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Keberhasilan Program MBG tidak hanya ditentukan oleh tersedianya makanan bergizi, tetapi juga pemahaman mengenai gizi seimbang, keamanan pangan, kebersihan, kedisiplinan, dan kebiasaan hidup sehat di satuan pendidikan,” ujar Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN Mariman Darto dalam webinar Literasi Gizi dan Keamanan Pangan bagi Guru dalam Mendukung Program MBG yang diikuti di Jakarta, Rabu.

Mariman mengemukakan, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat edukasi literasi gizi dan keamanan pangan secara luas, bertahap, dan berkelanjutan di lingkungan satuan pendidikan dengan sasaran 658.300 guru dan tenaga kependidikan di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Sementara itu, Kepala BGN Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar menegaskan, MBG tidak hanya berkaitan dengan penyediaan makanan, tetapi juga memiliki misi edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi.

“BGN itu tidak bisa kerja sendiri. Tidak sesederhana itu tugas kami membagikan makanan kepada sekolah, bukan hanya itu, karena salah satunya adalah terkait literasi dan edukasi gizi,” ujar Mas Dar.

Menurut Mas Dar, guru memiliki peran strategis dalam memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai gizi sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat, yang diharapkan tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat memengaruhi kebiasaan keluarga di rumah.

Selain literasi gizi, Mas Dar menekankan pentingnya keamanan pangan sebagai prioritas dalam pelaksanaan MBG.

Guru dan tenaga kependidikan didorong memahami pemeriksaan organoleptik untuk memastikan makanan yang diterima peserta didik aman sebelum dikonsumsi.

Melalui penguatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan, MBG diharapkan tidak hanya mendukung pemenuhan gizi peserta didik, tetapi juga membangun kebiasaan makan sehat, perilaku hidup bersih, serta generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter.(wa/an)

Related posts

PTM 100 Persen Surabaya Tunggu PPKM Level 1

kornus

Fraksi PDIP DPRD Jatim Minta Pemerintah Pusat Berikan DBHCHT yang Lebih Berkeadilan untuk Jatim

kornus

Terapi kedokteran nuklir jauh lebih hemat