
JAKARTA, mediakorannusantara.com – Tim Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittpidter) Bareskrim Polri mengungkapkan bahwa dari hasil pemeriksaan sementara belum ditemukan indikasi adanya kesengajaan yang menyebabkan pemadaman listrik massal di wilayah Sumatera pada Jumat (22/5).
“Sejauh ini belum ditemukan indikasi kesengajaan manusia dalam putusnya konduktor itu,” kata Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Brigjen Pol. Moh. Irhamni dalam keterangan di Jakarta, Minggu.
Irhamni juga mengatakan tim Dittipidter Bareskrim Polri diterjunkan ke titik putus sambungan Sutet 175-176 Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muara Jambi, Provinsi Jambi pada Minggu hari ini.
Jenderal polisi bintang satu itu mengatakan tim Dittipidter Bareskrim Polri didampingi oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri dan PLN untuk mengecek lokasi itu.
“Barang bukti berupa konduktor yang putus dibawa ke Puslabfor Bareskrim dan Litbang PLN untuk diperiksa lebih lanjut,” ujarnya.
Untuk diketahui, pemadaman listrik massal terjadi di Sumatera pada Jumat (22/5) sejak pukul 18.44 WIB.
Menurut PLN, blackout terjadi di Sumatera disebabkan oleh cuaca buruk yang kemudian berdampak pada sebagian sistem kelistrikan Sumatera.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah memberikan arahan agar PLN melakukan peningkatan keandalan sistem backbone Sumatera dengan pembangunan pembangkit dan transmisi 500 kV/275 kV dan penguatan keadaan sub sistem di setiap provinsi.
Selain itu, PLN juga perlu menyiapkan pembangkit untuk percepatan pemulihan apabila terjadi gangguan.
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan yang terjadi serta memastikan seluruh personel di lapangan bekerja secara maksimal untuk mempercepat normalisasi sistem kelistrikan di wilayah terdampak.
PLN mengindikasi awal gangguan berasal dari sistem transmisi 275 kV antara Muaro Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi yang diduga dipengaruhi kondisi cuaca.
Gangguan tersebut kemudian memicu gangguan berantai pada sistem kelistrikan Sumatera sehingga berdampak pada sejumlah pembangkit di berbagai wilayah.
Menyusul proses penormalan hingga Sabtu (23/5) pukul 19.00 WIB, dari total 13,1 juta pelanggan terdampak, sebanyak lebih dari 8,5 juta pelanggan telah kembali menikmati aliran listrik.
Sementara itu, beban sistem yang telah berhasil dipulihkan mencapai 3.431,21 MW dari total 5.334 MW yang sebelumnya terdampak.
Begitu juga 176 unit gardu induk yang terdampak telah berhasil beroperasi kembali.(wa/an)
