KORAN NUSANTARA
Headline indeks Jatim

Atasi Keterbatasan Tenaga Medis, Dokter Spesialis Diminta Bersedia Praktik di Daerah Terpencil

Kadinkes Jatim dr HarsonoSurabaya (KN) – Dinas Kesehatan Jatim meminta dokter spesialis bersedia ditempatkan di daerah terpencil untuk mengatasi keterbatasan tenaga medis minimal dua tahun.Hal ini sebagai tindak lanjut Pemberlakuan Perda No 7 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan, yang mengatur persebaran dokter spesalis di Jatim, terutama di daerah terpencil.Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, dr Harsono Selasa (2/2/2016) mengatakan, sampai saat ini persebaran dokter spesialis sebagian besar memilih praktik di perkotaan seperti Surabaya, Jombang, Malang, Mojokerto, dan Kediri. “Sesuai kesepakatan bersama dengan fakultas kedokteran di Jatim, kami akan memfasilitasi dokter spesialis yang bertugas di daerah seusai dengan kebijakan,” tuturnya.

Penyebaran dokter spesialis di Jatim antara lain di 60 Rumah Sakit (RS) Surabaya, di 26 RS di Sidoarjo, di 18 RS di Kabupaten dan Kota Mojokerto, di 14 RS di Kabupaten Jombang, di 22 RS di Kabupaten dan Kota Kediri, serta di 46 RS di Kabupaten dan Kota Malang. Saat ini ada 4.763 tenaga dokter spesialis di Jatim, sedangkan kebutuhan dokter spesialis hanya 2.317 dokter. Sehingga,terjadi over supply. “Seharusnya, setelah lulus pendidikan spesialis mereka mengabdi di daerah yang terpencil, bukan ngumpul di kota besar,” jelasnya..

Untuk mengatasi penyebaran dokter spesialis yang tidak merata, Dinkes Jatim sudah berkoordinasi dengan lembaga profesi serta fakultas kedokteran yang tersebar di Jatim. Harsono juga berharap, dokter seharusnya tidak mengatakan soal Hak Asasi Manusia (HAM) karena dipaksa bertugas di daerah terpencil.

“Ketika mereka ditugaskan ke daerah terpencil dan menolak, justru yang tidak mendapat HAM itu adalah rakyat karena tidak ada dokter spesialis di daerahnya,, padahal ada regulasi yang mengaturnya,” ungkap Harsono. (rif)

Related posts

Dedi Mulyadi siap Banding jika Gugatan Cerai Istrinya dikabulkan

YLKI: Pemerintah Langgar Hak Publik Terkait Pembatasan Medsos

redaksi

Tim Gabungan Mulai Survey Keamanan Venue PrepCom 3 for UN Habitat III di Surabaya

kornus