KORAN NUSANTARA
ekbis Hallo Nusantara Headline Nasional

APBN 2027 Bukan Sekadar Angka, Banggar DPR Minta Anggaran Tepat Sasaran

Ketua Badan Anggaran DPR Republik Indonesia Said Abdullah

Jakarta, mediakorannusantara.com – Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menegaskan setiap rupiah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2027 harus semakin bermakna bagi rakyat Indonesia.

Ketua Badan Anggaran DPR Republik Indonesia Said Abdullah mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara bukan sekadar kumpulan angka lantaran di balik empat ribu seratus enam koma tiga triliun rupiah belanja negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2027, terdapat kehidupan lebih dari dua ratus delapan puluh juta rakyat Indonesia dengan kebutuhan dan harapan yang beragam.

“Ada keluarga yang berharap harga beras tetap terjangkau, petani yang membutuhkan pupuk dan kepastian harga panen, dan sebagainya,” kata Said.

Dengan demikian, ia menekankan keberhasilan kementerian dan lembaga tidak cukup diukur dari tingginya persentase penyerapan anggaran.

Sebab, penyerapan hanya menjelaskan bahwa uang telah dibelanjakan, tetapi belum menjelaskan apakah persoalan rakyat sudah diselesaikan.

Ditegaskan bahwa setiap program pemerintah harus semakin berani diuji melalui dampaknya, yakni apakah anak semakin mudah bersekolah, masyarakat semakin mudah berobat, petani memperoleh penghasilan yang lebih baik, subsidi diterima oleh kelompok yang tepat, usaha mikro kecil dan menengah naik kelas, investasi menghasilkan pekerjaan, desa semakin produktif, dan kesenjangan antarwilayah semakin mengecil.

Maka dari itu, Said mengingatkan setiap rupiah uang rakyat harus menghasilkan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat dan setiap program harus dapat dipertanggungjawabkan bukan hanya dari sisi administrasi, melainkan juga dari perubahan yang dihasilkannya dalam kehidupan masyarakat.

Pada akhirnya, ukuran pemerataan sesungguhnya sederhana, yakni alamat tempat seseorang dilahirkan tidak boleh menentukan seberapa besar kesempatan yang dimilikinya untuk maju.

Selain itu, ia menilai pertumbuhan ekonomi nasional baru memperoleh makna yang utuh apabila kemajuan Jakarta juga diikuti oleh kemajuan Madura, Papua, Maluku, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, serta desa-desa di seluruh Jawa.

Said mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara harus menjadi jembatan yang memperpendek jarak tersebut sehingga kemajuan Indonesia tidak hanya terlihat dari wajah kota-kota besarnya, tetapi terasa sampai ke jalan desa, sawah, sekolah, pusat kesehatan masyarakat, pasar, dan meja makan keluarga.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara bukan sekadar tentang berapa besar uang yang dapat dibelanjakan negara, melainkan seberapa besar perubahan yang dirasakan rakyat setelah uang itu dibelanjakan.

“Itu lah makna paling mendasar dari politik anggaran, membuat angka-angka besar negara hadir dalam kehidupan sehari-hari rakyat Indonesia,” ungkapnya.

( wa/an)

Related posts

Panglima TNI Pimpin Serah Terima Jabatan Dankodiklat TNI

kornus

Menkeu: SMF Permudah MBR Miliki Hunian

Tingkatkan Penghasilan Nelayan, Wali Kota Eri beri Bantuan Alat Tangkap Ikan di Kenjeran dan Tambak Wedi

kornus